Presiden Prabowo Subianto resmi merombak susunan kabinet dengan melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Kamis (15/10). Melansir laporan Beritasatu, perombakan ke-8 ini menempatkan para pejabat baru pada posisi strategis di bidang pertahanan, pertanian, imigrasi dan pemasyarakatan, hingga penanggulangan bencana dan pengelolaan gambut serta mangrove.
Di lingkup Kementerian Pertahanan, dua perwira tinggi militer ditunjuk mengemban tugas baru. Marsekal TNI Yusuf Jauhari, yang sebelumnya memimpin Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan, kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Sementara itu, Jenderal TNI Richard Tampubolon, mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, dipercaya mengisi kursi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
Penyegaran juga berlangsung di sektor pangan dan pemasyarakatan. Jabatan Wakil Menteri Pertanian kini resmi dipegang oleh Dr. Alim Setiawan Slamet yang sebelumnya merupakan Rektor IPB University. Pada saat yang sama, posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan diamanahkan kepada M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Panitia Seleksi (Pansel) anggota Komisi Yudisial periode 2025–2030.
Rotasi kepemimpinan turut menyasar lembaga setingkat badan nasional. Mantan Pangdam XXI/Radin Inten, Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi, kini memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letnan Jenderal TNI Suharyanto.
Sementara itu, Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) memiliki pimpinan baru, yakni Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN setelah sebelumnya menjabat Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan. Dalam menjalankan tugasnya, ia didampingi oleh Mayor Jenderal TNI Sriyanto, mantan Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten, yang dilantik sebagai Wakil Kepala BPGMN.