Sebagai perusahaan pemegang mandat tunggal penyedia listrik nasional, PT PLN (Persero) telah melintasi perjalanan sejarah panjang yang diwarnai oleh berbagai era kepemimpinan. Sejak dekade 1970-an hingga memasuki era transisi energi modern, nakhoda korps ketenagalistrikan ini terus berganti, membawa garis kebijakan dan fokus pembangunan infrastruktur yang menyesuaikan dengan tantangan zamannya.
Awal komando struktur kepemimpinan PLN dalam catatan ini dimulai oleh Abdul Kadir pada periode 1970–1975, dilanjutkan oleh Prof. Ir. Suryono (1975–1980), serta Sardjono (1980–1988). Memasuki era akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, kepemimpinan diteruskan oleh Ir. H. Ermansyah Jamin (1988–1992), Prof. Dr. Ir. Muhammad Zuhal, M.Sc., E.E. (1991–1995), serta Ir. H. Ditjeng Marsudi (1995–1998).
Fase reformasi dan pergantian milenium menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin PLN, seperti Kuntoro Mangkusubroto (1998–2000), Eddie Widiono (2001–2008), dan Fahmi Mochtar (2008–2009). Transformasi korporasi serta modernisasi operasional kemudian berlanjut pada era Dahlan Iskan (2009–2011), Nur Pamudji (2011–2014), hingga Sofyan Basir (2014–2019).
Tahun 2019 menjadi salah satu fase transisi penting dengan kepemimpinan Djoko Rahardjo Abumanan dan Sripeni Inten Cahyani, sebelum kemudian dinakhodai oleh Zulkifli Zaini (2019–2021). Tongkat estafet berikutnya dipegang oleh Darmawan Prasodjo (2021–2026) yang memacu transformasi digital dan transisi energi hijau. Kini, kepemimpinan BUMN kelistrikan ini resmi dilanjutkan oleh Dr. Ir. Suroso Isnandar, M.Sc., IPU, ASEAN Eng. (2026–sekarang) untuk mengawal arah baru ketenagalistrikan nasional. (Yesi Rahma Mustika)