Pemeliharaan sistem pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 1 memicu pemadaman listrik massal di 4 wilayah utama Jawa Barat, yakni Depok, Bogor, Bekasi, dan Sukabumi pada Juni 2026. Pemadaman yang berlangsung dengan durasi berkisar antara 3 hingga 8 jam tersebut berdampak langsung pada terganggunya aktivitas harian warga serta operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di wilayah Bekasi, pemadaman meluas secara signifikan ke beberapa area strategis mulai dari Bekasi Utara, Babelan, Rawalumbu, Bantargebang, Tambun Selatan, hingga kawasan Kelurahan Mekarsari.
Berdasarkan media monitoring tim riset DATASATU, Pihak Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bekasi mengonfirmasi bahwa pemadaman ini terjadi akibat proses perkuatan pasokan daya yang sedang berjalan di masing-masing wilayah terdampak. Petugas UP3 PLN Bekasi, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa gangguan ini tidak terpusat di satu titik melainkan tersebar secara masif di seluruh wilayah se-Bekasi.
Dampak serupa juga dirasakan di Kota dan Kabupaten Bogor, di mana pemadaman pada Selasa sore memaksa warga beralih menggunakan lilin dan lampu darurat dalam kondisi gelap gulita. Sejumlah warga mengeluhkan terhambatnya pekerjaan jarak jauh, matinya fasilitas penting seperti suplai oksigen akuarium dan jaringan internet, hingga kekhawatiran menipisnya pasokan air bersih akibat matinya pompa toren. Manajer PLN ULP Kota Bogor, Andis Verindra Putra, menegaskan bahwa langkah manuver beban dan penguatan tegangan tinggi ini terpaksa dilakukan demi mengantisipasi risiko pemadaman total atau blackout yang lebih luas.