Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) menimbulkan kerugian bagi kalangan dunia usaha. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan telah menerima berbagai laporan dari pelaku usaha di sejumlah daerah yang terdampak gangguan pasokan listrik tersebut.
Mayoritas laporan berasal dari sektor manufaktur, makanan dan minuman, tekstil, logistik cold chain, data center, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang aktivitas operasionalnya bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Sebagai langkah mitigasi, Kadin Indonesia menyampaikan enam rekomendasi untuk meminimalkan risiko terulangnya pemadaman listrik bergilir sekaligus mengurangi dampak kerugian terhadap dunia usaha. Rekomendasi pertama adalah memperkuat manajemen pasokan energi primer, termasuk menjamin ketersediaan batu bara bagi pembangkit listrik.
Kedua, mempercepat modernisasi jaringan transmisi dan distribusi guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Selanjutnya, Kadin mendorong transparansi informasi kepada pelanggan industri mengenai potensi gangguan pasokan agar perusahaan dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini.
Rekomendasi berikutnya adalah memperkuat cadangan daya (reserve margin) serta melakukan diversifikasi sumber energi sehingga sistem tidak bergantung pada satu jenis pasokan. Selain itu, Kadin juga menilai koordinasi antara PLN, pemerintah, produsen energi, dan pelaku industri perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan.
Rekomendasi terakhir adalah menyusun peta jalan ketahanan energi nasional yang lebih kuat guna mendukung target pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi.
Kadin menegaskan bahwa gangguan teknis memang tidak dapat dihindari. Namun, yang menjadi perhatian adalah bagaimana meminimalisir frekuensi kejadian dan membangun sistem yang mampu mempercepat proses pemulihan ketika gangguan terjadi.