Dua hari setelah dilantik oleh Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi melakukan mutasi dan perombakan besar terhadap 19 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di sejumlah wilayah Indonesia. Perombakan tersebut mencakup wilayah strategis, mulai dari Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, hingga Sulawesi Selatan.
Jabatan Kapolda Metro Jaya kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Dadang Hartanto, sementara Irjen Pol. Hengki ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Barat. Di Pulau Jawa, rotasi juga menempatkan Brigjen Pol. Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan sebagai Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jawa Timur, serta Irjen Pol. Langgeng Purnomo sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk wilayah Sumatera, pergantian kepemimpinan ditandai dengan penunjukan Brigjen Pol. Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol. Rony Samtana sebagai Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol. Suhendri sebagai Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Jawari sebagai Kapolda Sumatera Barat, dan Irjen Pol. Widodo sebagai Kapolda Jambi.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian tengah dan timur turut mengalami penyegaran. Brigjen Pol. Pasma Royce ditunjuk sebagai Kapolda Bali, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Rizal Irawan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Totok Suharyanto sebagai Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Nurworo Danang sebagai Kapolda Gorontalo, serta Irjen Pol. Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku.
Rotasi 19 Kapolda ini menjadi langkah Kapolri dalam melakukan penyegaran organisasi sekaligus memperkuat kepemimpinan di tingkat kewilayahan. Pergantian pejabat di berbagai pos strategis tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kinerja serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (Vebriansyah Pratama Putra)