Presiden Prabowo Subianto melantik dua pejabat kepolisian dalam reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilaksanakan pada Kamis (1/10). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Adapun Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Suyudi lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973 dan sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 2025.
Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023-2024 dan Kapolda Banten pada 2024-2025.
Menurut berbagai sumber pemberitaan, sebelumnya, ia juga pernah menjabat Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Suyudi mengawali karier di bidang reserse sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, kemudian menjabat Kapolsek Pasar Minggu dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 2003, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri 2018.
Selain melantik Kapolri, Presiden Prabowo juga mengangkat Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Wahyu menggantikan Komjen Polisi Dedi Prasetyo dalam jabatan tersebut.
Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Juni 1970 dan merupakan lulusan Akpol 1992.
Sebelum dilantik sebagai Wakapolri, ia menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) sejak 2024, setelah sebelumnya menjadi Asisten Kapolri Bidang Perencanaan & Anggaran (Asrena) pada 2021 dan Wakabareskrim Polri pada 2020.
Dalam pendidikan kepolisian, Wahyu menempuh Akpol 1992, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.