Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta. Para anggota Wantimpres yang dipilih berasal dari latar belakang beragam, mulai dari mantan menteri koordinator, menteri, tokoh agama, akademisi, pengusaha, hingga pakar hukum.
Prabowo menunjuk Pratikno sebagai Ketua, setelah sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Muhammad Hatta Rajasa yang berpengalaman sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sementara itu, Muhammad Qodari menjabat Sekretaris merangkap Anggota dengan latar belakang sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).
Komposisi Wantimpres juga diisi sejumlah tokoh yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan. Di antaranya Agum Gumelar yang pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan; Budi Gunawan yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan; Ida Bagus selaku mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI periode 2019–2022; Muhammad Hatta yang pernah menjadi Duta Besar RI untuk Thailand; serta Ignasius Jonan yang pernah memimpin Kementerian ESDM. Dari ranah politik dan parlemen, terdapat Bambang Soesatyo yang merupakan Ketua MPR RI periode 2019–2024. Sementara itu, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo kembali dipercaya menjadi anggota Wantimpres setelah sebelumnya mengemban amanah yang sama pada periode 2019–2024.
Di sektor ekonomi dan dunia usaha, hadir Chairul Tanjung selaku pendiri CT Corp sekaligus mantan Menko Perekonomian, Dato' Sri Tahir pendiri Mayapada Group, serta Jusuf Hamka yang dikenal sebagai pengusaha jalan tol. Representasi lintas agama tercermin melalui keterlibatan tokoh-tokoh seperti Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Said Aqil Siradj, Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Salim Segaf Al-Jufri, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Santoso Tanuwibowo, dan Jacky Manuputty.
Presiden turut menggandeng Anwar Usman, Margarito Kamis, dan Rocky Gerung yang berpengalaman dalam hukum tata negara, konstitusi, serta kajian politik dan demokrasi. Selain itu, terdapat pula Jusuf Wanandi selaku pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Susunan ke-26 anggota Wantimpres ini memperlihatkan perpaduan pengalaman birokrasi, kepemimpinan politik, kapasitas akademik, sosial-keagamaan, hingga dunia usaha. Keragaman tersebut berpotensi memperkaya kualitas pertimbangan serta nasihat strategis bagi Presiden dalam menghadapi dinamika dan tantangan nasional. (Vebriansyah Pratama Putra)