Perombakan kabinet di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tercatat berlangsung secara bertahap sejak awal tahun 2025 hingga September 2026. Gelombang pergantian pejabat ini mencakup posisi menteri, wakil menteri, pimpinan badan, hingga pucuk pimpinan bank sentral.
Pergantian pertama terjadi pada Februari 2025 di sektor pendidikan tinggi, saat Brian Yuliarto masuk menggantikan Satryo Brodjonegoro sebagai Mendiktisaintek.
Memasuki September 2025, perombakan besar terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama menyasar pos ekonomi dan ketenagakerjaan, yakni penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin menggantikan Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran, serta Ferry Joko Yuliantono yang mengisi kursi Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.
Gelombang kedua pada bulan yang sama berlanjut ke sektor politik, keamanan, pemuda, dan komunikasi. Djamari Chaniago ditunjuk menggantikan Budi Gunawan sebagai Menko Polkam, Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo sebagai Menpora, Angga Raka Prabowo menggantikan Hasan Nasbi sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, serta Muhammad Qodari yang masuk menggantikan AM Putranto sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Sebulan berselang, pada Oktober 2025, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu beralih tugas menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS.
Memasuki tahun 2026, rotasi pejabat kembali bergulir. Pada April 2026, Muhammad Qodari ditunjuk memimpin Badan Komunikasi menggantikan Angga Raka Prabowo, sementara posisi Kepala KSP diserahkan kepada Dudung Abdurachman. Pada periode yang sama, posisi Menteri Lingkungan Hidup berganti dari Hanif Faisol Nurofiq ke Jumhur Hidayat.
Perubahan struktur juga melanda Badan Gizi Nasional. Pada Juni 2026, pimpinan BGN dirombak serentak dengan masuknya Nanik S. Deyang menggantikan Dadan Hindayana, serta Agustina Arumsari dan Trenggono yang masing-masing menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya di kursi wakil kepala. Namun, sebulan kemudian pada Juli 2026, kepemimpinan BGN kembali berganti dari Nanik S. Deyang kepada Sudaryono.
Rangkaian perombakan berlanjut hingga September 2026. Pada 2 September 2026, posisi Gubernur Bank Indonesia diserahterimakan dari Perry Warjiyo kepada Destry Damayanti. Puncaknya, pada 14 September 2026, kursi Menteri Keuangan kembali mengalami rotasi dengan Suahasil Nazara yang ditunjuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.