Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, pada Senin (14/9/2026) di Istana Negara. Pergantian tersebut merupakan bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Pergantian Menteri Keuangan tersebut diikuti oleh pergerakan beragam pada sejumlah indikator pasar keuangan. IHSG turun tipis dari 6.541,38 pada 11 September menjadi 6.534,69 pada 14 September 2026 atau terkoreksi 0,10%. Pada periode yang sama, posisi jual bersih asing (net foreign sell) meningkat dari Rp71,42 triliun menjadi Rp71,75 triliun atau sebesar 0,47%, menunjukkan masih adanya tekanan aksi jual investor asing di pasar saham.
Di pasar surat utang, yield SBN 10 tahun tetap berada di level 7,16%, sehingga belum terlihat perubahan signifikan pada indikator pasar obligasi pemerintah. Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 0,31%, dari Rp17.590 menjadi Rp17.645 per dolar AS, menunjukkan adanya tekanan terhadap rupiah setelah pergantian Menteri Keuangan.
Secara keseluruhan, pasar menunjukkan respons yang relatif terbatas pasca-reshuffle, tercermin dari pelemahan tipis IHSG dan rupiah serta peningkatan net foreign sell, sementara yield SBN tetap stabil. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan fiskal, kesinambungan program pemerintah, serta kredibilitas pengelolaan keuangan negara di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru.