Presiden Prabowo Subianto resmi memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia lewat lawatan bilateralnya ke Vladivostok pada 2–3 September 2026. Pertemuan yang digelar di sela-sela Forum Ekonomi Timur ke-11 ini menyepakati penguatan kerja sama lintas sektor, mulai dari pertanian, energi, mineral, pertahanan, investasi, hingga industri perkapalan. Hubungan diplomasi ini sekaligus menjadi penegasan atas eratnya ikatan historis kedua negara yang telah terbangun selama lebih dari lima dasawarsa.
Sejumlah langkah konkret langsung dirumuskan sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut. Salah satunya adalah rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia untuk mendongkrak arus dagang serta investasi. Selain itu, PT Pupuk Indonesia resmi menandatangani kesepakatan studi bersama guna menjajaki peluang investasi pabrik pupuk urea di Vladivostok, memanfaatkan letak geografisnya yang menghadap langsung ke Samudra Pasifik guna memperluas jangkauan pasar internasional.
Pada sektor kelautan dan perikanan, Presiden Putin menawarkan kapal pengolah hasil tangkapan ikan modern berukuran lebih dari 102 meter. Menanggapi tawaran tersebut, pemerintah Indonesia berencana mengirimkan tim teknis untuk mempelajari alih teknologi dan skema pemanfaatannya demi meningkatkan mutu hasil perikanan dalam negeri.
Rangkaian kesepakatan ini membawa dampak positif langsung bagi perekonomian nasional. Selain membuka ruang investasi timbal balik yang lebih luas, kemitraan strategis ini diarahkan untuk memperkokoh ketahanan industri, menjamin ketersediaan bahan baku, serta memantapkan ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.