Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Senin (15/6). Di Jakarta, aksi digelar oleh mahasiswa Universitas Bung Karno, BEM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Aliansi Mahasiswa Universitas MH Thamrin, dan SEMA Universitas Paramadina di depan Istana Negara.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara dan mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain itu, mahasiswa juga menuntut penghentian militerisme serta meminta pemerintah mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
Aksi serupa juga berlangsung di Bundaran HI yang melibatkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Barat, Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional, serta Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta.
Sejumlah kampus lain seperti BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang dan BEM Universitas Trilogi turut menggelar demonstrasi di berbagai titik di Jakarta. Isu yang diangkat masih berkisar pada evaluasi program pemerintah, penguatan kurs rupiah, serta berbagai kebijakan yang dinilai perlu dikaji ulang.
Di luar Jakarta, demonstrasi juga berlangsung di sejumlah kota besar. Di Bandung, aksi yang diikuti BEM Universitas Widyatama, BEM Universitas Pasundan, dan aliansi BEM Nusantara menyampaikan 4 tuntutan, termasuk penurunan harga BBM, penolakan draf perubahan RUU Kepolisian, serta penolakan militerisasi di ruang publik.
Sementara itu di Yogyakarta, mahasiswa UII dan Fisipol UGM menyampaikan 6 tuntutan yang mencakup penghentian total MBG dan KDMP, penurunan harga bahan bakar minyak dan bahan pokok, serta penghentian militerisme di ranah sipil.
Gelombang protes juga terlihat di Semarang, Malang, Medan, dan Makassar. Aliansi BEM Semarang Raya (BEM Sera) yang terdiri dari mahasiswa Undip, Unnes, UIN Walisongo, Polines Semarang, Unwahas Semarang, dan Unissula mengusung 5 tuntutan yang disebut Panca Tuntutan Rakyat (Pantura), meliputi penurunan harga BBM, stabilisasi nilai tukar rupiah, evaluasi MBG dan KDMP, pengembalian kepemilikan tanah kepada rakyat, serta penghentian praktik KKN.
Di Malang, Aliansi Mahasiswa Resah menuntut penghentian sejumlah program pemerintah, termasuk MBG dan KDMP. Adapun di Medan, mahasiswa USU mengajukan 6 tuntutan yang mencakup penolakan kenaikan BBM, evaluasi MBG, anggaran pendidikan, serta isu lingkungan dan agraria. Sementara di Makassar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menuntut evaluasi MBG, stabilisasi kurs rupiah, penurunan harga BBM, pencabutan RUU Polri dan TNI, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.