Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru Poltracking Indonesia, program Makan Bergizi Gratis menempati posisi teratas sebagai kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya dengan persentase mencapai 36,5%. Capaian ini menegaskan tingginya apresiasi publik terhadap program yang secara langsung menyentuh kebutuhan dasar, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi nasional.
Selain program tersebut, beberapa inisiatif perlindungan sosial juga mendapat sorotan positif. Bantuan Subsidi Upah (BSU) menempati posisi kedua dengan 11,0%, disusul oleh Layanan Kesehatan Gratis (9,6%), Kartu Indonesia Pintar (8,6%), serta Kartu Indonesia Sehat (7,2%). Deretan angka ini mencerminkan fokus kuat pemerintah pada sektor perlindungan sosial, pendidikan, dan kesehatan sebagai pilar utama yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas.
Di sisi lain, terdapat sejumlah program yang juga berkontribusi namun dengan tingkat persepsi manfaat yang lebih rendah. Program tersebut meliputi Koperasi Merah Putih (2,3%), Realisasi Dana Desa (1,4%), Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol/Trans (1,3%), Danantara Indonesia (1,2%), hingga Sertifikasi Tanah (1,1%). Data ini mengindikasikan bahwa program-program yang bersifat bantuan langsung atau konsumtif cenderung lebih cepat diidentifikasi oleh masyarakat dibandingkan program yang bersifat jangka panjang atau struktural.
Survei Poltracking Indonesia ini dilakukan pada periode 2-8 Maret 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi. Melalui metode wawancara tatap muka, survei ini berhasil memotret realitas persepsi publik secara lebih mendalam dan akurat.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kedekatan manfaat dalam kehidupan sehari-hari menjadi penentu utama persepsi publik. Hal ini menjadi tantangan strategis bagi pemerintah: tidak hanya menjaga keberlanjutan program populis yang telah sukses, tetapi juga harus mengomunikasikan serta meningkatkan efektivitas program pembangunan jangka panjang agar dampaknya dapat dirasakan lebih inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.