Pemerintah terus mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR (14/8), yang menegaskan seluruh sekolah di semua tingkatan harus tuntas direnovasi pada 2029 demi mewujudkan pemerataan mutu pendidikan.
Sebagai bagian dari percepatan tersebut, target revitalisasi satuan pendidikan pada akhir 2026 dinaikkan secara signifikan hingga mencapai 71.744 sekolah dengan total alokasi anggaran Rp17,4 triliun. Dalam laman resminya, Kemendikdasmen menyebut bahwa target baru ini merupakan perluasan dari kuota awal sebanyak 11.744 sekolah yang telah memiliki alokasi anggaran sebesar Rp13,4 triliun, ditambah rencana perluasan sekitar 60.000 sekolah yang kini masuk tahap pembahasan. Program tambahan tersebut difokuskan pada sekolah dengan tingkat kerusakan berat, berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta area pascabencana.
Berdasarkan data Badan Komunikasi Kepresidenan (Bakom) per Juni 2026, realisasi revitalisasi sekolah telah berjalan dan selesai di 8.503 satuan pendidikan dengan serapan dana Rp3,69 triliun. Selain itu, pemerintah tengah membangun 3.101 unit sekolah pascabencana senilai Rp2,97 triliun. Capaian ini melanjutkan keberhasilan tahun 2025 lalu, saat program revitalisasi tuntas 100 persen pada 16.167 sekolah dengan total anggaran Rp16,9 triliun.
Peningkatan sarana juga menyentuh satuan pendidikan keagamaan. Setelah menyelesaikan perbaikan di 556 madrasah sepanjang 2025, Kemenag mencatat adanya 835 madrasah reguler serta 12 madrasah dengan skema Single Year Contract (SYC) yang tersebar di 27 provinsi sedang dalam proses revitalisasi.