Pemerintah menyiapkan transformasi pendidikan melalui pengembangan 42 SMA Unggul Garuda yang tersebar di 15 provinsi. Program ini terdiri dari 12 sekolah yang mulai dikembangkan pada 2025 dan akan bertambah 30 sekolah pada 2026. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, 14 Agustus 2026
SMA Unggul Garuda dirancang bukan sekadar sebagai sekolah unggulan, tetapi sebagai bagian dari upaya menghadirkan model pendidikan yang mampu memenuhi standar pendidikan bertaraf internasional.
Salah satu pembeda utama SMA Unggul Garuda adalah pengembangan kurikulum yang mengacu pada standar pendidikan internasional. Kurikulum tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang setara dengan praktik terbaik di sekolah-sekolah unggulan dunia.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga dibekali kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat global.
Disiapkan Masuk Universitas Terbaik Dunia
Orientasi pendidikan di SMA Unggul Garuda juga diarahkan pada kesiapan siswa melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik di dunia.
Artinya, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan global. Model pendidikan tersebut diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi siswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.
Kehadiran 42 SMA Unggul Garuda di 15 provinsi juga memiliki dimensi pemerataan. Sekolah dengan standar pendidikan global tidak hanya diarahkan terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab kebutuhan Indonesia di tengah persaingan global.