Lulusan Manajemen Mendominasi Angka Pengangguran Sarjana di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:12 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Lulusan Manajemen Mendominasi Angka Pengangguran Sarjana di Indonesia
Lulusan Manajemen Mendominasi Angka Pengangguran Sarjana di Indonesia

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengeluarkan laporan bertajuk ‘Labor Market Brief’ pada Juli 2026. Dalam laporan tersebut, terungkap ada 5 jurusan yang menjadi penyumbang angka pengangguran terbanyak di Tanah Air. 

Pertama adalah lulusan Manajemen yang proporsinya mencapai 10,3% dari total sarjana yang belum bekerja. Posisi berikutnya disusul oleh lulusan Hukum sebesar 9,0%, Ekonomi 8,7%, Pendidikan 7,1%, dan Akuntansi 5,1%. Secara keseluruhan, akumulasi dari lima bidang studi ini saja sudah menyumbang sekitar 40% dari total pengangguran berpendidikan S1.

Pada tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk penduduk berpendidikan minimal S1 secara nasional berkisar antara 1,79% hingga 7,85%. Dalam laporannya, LPEM FEB UI mendeteksi bahwa perbedaan ini menunjukkan bahwa peluang lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan sangat bergantung pada kondisi pasar kerja di setiap daerah.

Provinsi Maluku mencatatkan TPT sarjana tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 7,85%. Angka tinggi ini disusul oleh Sulawesi Utara (7,52%), Sumatera Barat (7,47%), Kepulauan Bangka Belitung (7,47%), Sumatera Utara (6,66%), dan Papua (6,60%). Di daerah-daerah tersebut, lebih dari 6 dari setiap 100 orang lulusan S1 yang masuk dalam angkatan kerja masih berstatus menganggur.

Menariknya, persoalan ini tidak hanya bertumpu pada daerah dengan roda ekonomi yang terbatas. Di DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dengan lapangan kerja besar, TPT lulusan minimal S1 justru mencapai 5,91%, melebihi rata-rata nasional yang berada di angka 5,39%.

Kondisi tersebut dipicu oleh ketatnya persaingan pasar kerja di daerah perkotaan. Meskipun kota-kota besar membuka banyak lowongan kerja profesional, ketersediaan tersebut belum sebanding dengan gelombang lulusan lokal dan pendatang berpendidikan tinggi yang terus berdatangan untuk berburu pekerjaan.

Bidang Studi dengan Penganggur Terbanyak - (Labor Market Brief LPEM FEB UI/DATASATU)
Bidang Studi dengan Penganggur Terbanyak - (Labor Market Brief LPEM FEB UI/DATASATU)

Data Terkait

pasar-tenaga-kerja-indonesia-pengangguran-turun-di-tengah-tekanan-phk
Ekonomi

Pasar Tenaga Kerja Indonesia: Pengangguran Turun di Tengah Tekanan PHK

Pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan perbaikan secara kuantitatif pada Mei 2026. Jumlah pengangguran tercatat 7,22 juta orang, turun 0,28% dibandingkan Februari 2026. Namun, peningkatan penyerapan tenaga kerja tersebut belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan kualitas pekerjaan. Jumlah pekerja informal meningkat menjadi 87,88 juta orang atau 59,30% dari total penduduk bekerja, dari 85,35 juta orang atau 57,70% pada November 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa tambahan penyerapan tenaga kerja lebih banyak terjadi pada pekerjaan informal.

11 Agu 2026

gen-z-dominasi-tingkat-pengangguran-terbuka-di-indonesia
Sosial Budaya

Gen Z Dominasi Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia

BPS merilis kondisi ketenagakerjaan terkini yang menunjukkan bahwa kelompok usia muda atau Gen Z masih mendominasi angka pengangguran di tanah air.

10 Jul 2026

papua-catat-tingkat-pengangguran-tertinggi-di-februari-2026
Ekonomi

Papua Catat Tingkat Pengangguran Tertinggi di Februari 2026

BPS mencatat TPT Indonesia sebesar 4,68% pada Februari 2026. Papua, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi.

8 Jul 2026

tingkat-pengangguran-indonesia-masih-tertinggi-kedua-di-asean
Ekonomi

Tingkat Pengangguran Indonesia Masih Tertinggi Kedua di ASEAN

Tingkat pengangguran Indonesia mencapai 4,68% pada Maret 2026, tertinggi kedua di ASEAN. Kondisi ini menunjukkan tantangan penciptaan lapangan kerja masih besar.

8 Jul 2026

ekonomi-jakarta-unggul-ketimpangan-dan-pengangguran-jadi-tantangan
Ekonomi

Ekonomi Jakarta Unggul, Ketimpangan dan Pengangguran Jadi Tantangan

Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59% yoy pada Kuartal I-2026 didorong konsumsi dan investasi. Namun, ketimpangan pendapatan serta pengangguran masih relatif tinggi.

17 Jun 2026

kemiskinan-pengangguran-dan-ketimpangan-jadi-fokus-pembangunan-2027
Ekonomi

Kemiskinan, Pengangguran, dan Ketimpangan Jadi Fokus Pembangunan 2027

Presiden Prabowo menargetkan kemiskinan turun menjadi 6-6,5% pada 2027. Pengangguran, rasio gini, hingga kesejahteraan petani juga ditargetkan membaik.

20 Mei 2026