Biaya pendidikan tinggi di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia menunjukkan variasi yang cukup besar, baik untuk tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun Iuran Pengembangan Institusi (IPI) jalur mandiri. Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan tim riset DATASATU, besaran tarif UKT di Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Brawijaya (UB) secara umum dimulai dari batas bawah yang sama, yakni Rp500.000 per semester. Namun, angka maksimal untuk program studi rumpun kesehatan seperti Pendidikan Dokter atau Kedokteran melesat tinggi hingga menembus angka Rp19.000.000 hingga Rp23.450.000 per semester.
Perbedaan mencolok terlihat pada skema penarikan uang pangkal atau IPI (Iuran Pengembangan Institusi) yang dibayarkan satu kali saat masuk jalur mandiri. Universitas Indonesia menerapkan kebijakan berkeadilan yang memungkinkan tarif terendah dimulai dari Rp0 untuk seluruh jurusan populer, dengan nilai maksimal mencapai Rp120.000.000 pada jurusan S1 Pendidikan Dokter. Sebaliknya, universitas lain menetapkan batas bawah uang pangkal yang cukup tinggi secara langsung. Pada rumpun kedokteran misalnya, Unpad mematok tarif IPI tetap sebesar Rp195.000.000, sementara UPI berada di rentang Rp158.240.000 hingga Rp184.000.000, dan UB menetapkan nilai tertinggi hingga Rp225.000.000.
Di sisi lain, dinamika penerimaan mahasiswa baru secara nasional juga menunjukkan skala kompetisi yang besar pada tahun ini. Data Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menyebut bahwa total kuota jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 yang tersedia secara keseluruhan mencapai 286.864 kursi. Berdasarkan klasifikasi program pendidikan, Program Sarjana mendominasi daya tampung secara signifikan dengan menyediakan total 228.118 kursi. Sementara itu, rumpun vokasi menyumbang sisa kuota yang ada, dengan rincian Program Diploma 4 atau Sarjana Terapan sebanyak 33.510 kursi dan Program Diploma 3 sebanyak 25.236 kursi.
Menariknya, beberapa universitas yang memiliki tarif uang pangkal bersaing tersebut juga tercatat sebagai institusi penyedia kuota terbesar. Universitas Pendidikan Indonesia memimpin sebagai kampus dengan daya tampung terbesar pada tahun ini, yakni menyediakan 16.636 kursi yang tersebar di 106 program studi. Selanjutnya, Universitas Brawijaya menyusul di urutan ketiga nasional dengan menyediakan 11.026 kursi dari 85 program studi. Beberapa kampus besar lain seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia juga masuk dalam jajaran utama penyedia kuota besar demi mendistribusikan calon mahasiswa baru ke berbagai jenjang keahlian akademik maupun praktis.