Pemulihan Pasca Perang Iran-AS Belum Mampu Dorong Ekonomi Global

Selasa, 23 Juni 2026 | 09:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pemulihan Pasca Perang Iran-AS Belum Mampu Dorong Ekonomi Global
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Pasca Perdamaian Iran-AS, 2026

Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksi tetap melambat pasca perdamaian Iran-AS. Laporan OECD menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini menjadi 2,8%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,4%.

 OECD menilai perlambatan tersebut masih terjadi meskipun Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani MoU perdamaian. Menurut OECD, ketidakpastian di Timur Tengah masih berlanjut dan dampak ekonomi dari konflik diperkirakan akan terasa dalam beberapa waktu ke depan mengingat proses pemulihan infrastruktur yang rusak serta perbaikan jalur transportasi yang menopang distribusi perdagangan dunia membutuhkan waktu berbulan-bulan.

OECD juga memproyeksikan perlambatan pertumbuhan pada sejumlah negara. PDB Amerika Serikat diperkirakan tumbuh 2%, sementara PDB Kanada diprediksi turun 1,2% pada 2026. Di Eropa, PDB Inggris diproyeksikan sebesar 0,9% pada 2026. Adapun untuk China, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang lebih moderat sebesar 4,5% pada 2026. 

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Pasca Perdamaian Iran-AS, 2026 - (OECD, World Bank & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Pasca Perdamaian Iran-AS, 2026 - (OECD, World Bank & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

OECD mencatat bahwa kenaikan harga energi, keterbatasan pasokan, kondisi keuangan yang lebih ketat, serta melemahnya kepercayaan akan membebani aktivitas ekonomi global. Selain itu, inflasi diperkirakan meningkat sekitar 0,4 poin persentase (pp) pada 2026.

Di tengah perlambatan global tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%. Bank Indonesia menilai prospek tersebut didukung oleh upaya menjaga stabilitas serta penguatan kebijakan makroprudensial yang longgar dan kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi digital serta keuangan inklusif. 

Di sisi lain, World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,2% hingga 5,4% pada 2026. Dalam laporan "Indonesia Economic Prospect" edisi Juni 2026, World Bank mengungkapkan bahwa penurunan harga minyak mentah dan komoditas energi setelah meredanya eskalasi konflik Iran-AS berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui berkurangnya beban subsidi energi. Kondisi tersebut dinilai dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih longgar, sementara defisit fiskal Indonesia diproyeksikan tetap berada di bawah 3% PDB dengan kredibilitas kebijakan domestik yang terjaga.

Meski konflik telah mereda dan MoU perdamaian telah ditandatangani, IMF mengingatkan masih terdapat sejumlah risiko terhadap perekonomian global. IMF menilai gangguan baru terhadap pasokan energi maupun infrastruktur di Timur Tengah dapat kembali menekan prospek pertumbuhan dunia. Selain itu, IMF memproyeksikan negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk akan mengalami revisi penurunan PDB pada 2026, bahkan sebagian di antaranya berpotensi mencatat kontraksi pertumbuhan ekonomi.

Data Terkait

pertumbuhan-industri-manufaktur-melambat-di-bawah-laju-pdb-nasional
Ekonomi

Pertumbuhan Industri Manufaktur Melambat, di Bawah Laju PDB Nasional

Pertumbuhan PDB manufaktur melambat menjadi 4,52% yoy pada triwulan II-2026, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy.

4 hari yang lalu

ekonomi-ri-tumbuh-529-yoy-ini-10-sektor-penyumbang-pdb-terbesar
Ekonomi

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% yoy, Ini 10 Sektor Penyumbang PDB Terbesar

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% yoy pada kuartal II-2026 ditopang industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 18,50% dan pertumbuhan 4,52% yoy.

6 hari yang lalu

ekonomi-ri-kuartal-ii2026-tumbuh-529
Ekonomi

Ekonomi RI Kuartal II/2026 Tumbuh 5,29%

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2026 mencapai 5,29% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dibandingkan dengan kuartal II tahun sebelumnya.

6 hari yang lalu

perdamaian-iran-as-buka-peluang-surplus-minyak-meski-risiko-mengintai
Ekonomi

Perdamaian Iran-AS Buka Peluang Surplus Minyak, Meski Risiko Mengintai

Kesepakatan damai Iran dan AS mendorong harga minyak dunia turun. IEA memperkirakan pasokan minyak global naik 7,71% pada 2027 meski risiko gangguan energi masih membayangi.

18 Jun 2026

perdamaian-iran-as-berpeluangi-longgarkan-tekanan-ekonomi-global
Ekonomi

Perdamaian Iran-AS Berpeluangi Longgarkan Tekanan Ekonomi Global

Kesepakatan damai Iran-AS berpotensi menurunkan harga minyak dunia, mengurangi tekanan fiskal Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,4% pada 2026.

17 Jun 2026

potensi-mesin-pertumbuhan-baru-konser-internasional-sumbang-pdb-rp-435-m
Ekonomi

Potensi Mesin Pertumbuhan Baru, Konser Internasional Sumbang PDB Rp 435 M

Konser internasional mampu menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 843,29 miliar dan menyumbang PDB sebesar Rp 435,65 miliar melalui efek berganda di berbagai sektor usaha.

4 Jun 2026