Data Detail Penerima MBG Berdasarkan Status Sekolah dan Profilnya

Selasa, 9 Juni 2026 | 11:27 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Data Detail Penerima MBG Berdasarkan Status Sekolah dan Profilnya
Data Detail Penerima MBG Berdasarkan Status Sekolah dan Profilnya

Pemerintah terus mematangkan kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 melalui pendataan komprehensif di berbagai jenjang pendidikan. Berdasarkan basis data terbaru dari dashboard MBG per 9 Juni 2026, program ini akan menjangkau total 4,5 juta siswa sebagai penerima manfaat yang tersebar di 22.762 satuan pendidikan. Dari total lembaga tersebut, sebaran sekolah negeri masih mendominasi dengan jumlah 12.670 satuan pendidikan, sementara sekolah swasta tercatat sebanyak 10.092 satuan pendidikan. Jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi klaster terbesar dengan 10.120 sekolah dan melayani 2 juta siswa penerima manfaat.

Melansir Berita Satu (9/6), momentum penguatan program ini berjalan beriringan dengan aspek struktural di tingkat pusat. Nanik S Deyang resmi menjabat sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6). Ia menggantikan Dadan Hindayana berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta pemberhentian Wakil Kepala BPKP. Langkah penyegaran ini diproyeksikan akan membawa arah baru dalam manajemen pemenuhan gizi nasional.

Fokus utama kepemimpinan Nanik adalah melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG demi memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan intervensi gizi. Evaluasi akan dilakukan terhadap jumlah penerima manfaat yang saat ini mencapai sekitar 63 juta orang di tingkat nasional. Kebijakan ini bertujuan untuk menyeleksi kelayakan sekolah penerima, seperti mengalihkan alokasi dari sekolah-sekolah di kawasan kaya yang pemenuhan gizinya sudah baik di rumah, ke wilayah atau kelompok masyarakat yang belum memperoleh manfaat agar distribusi berjalan tepat sasaran. "Jadi, kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," ungkap Nanik di hadapan wartawan. 

Sementara itu, masih berkaca pada data resmi MBG, komponen pendataan di lapangan telah mencakup segmentasi demografi dan pemetaan risiko medis. Dari total sasaran riil di data wilayah tersebut, komposisi penerima berdasarkan jenis kelamin menunjukkan jumlah siswa laki-laki mencapai 2,3 juta anak, sedikit lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan yang berjumlah 2,2 juta anak. Pemetaan berdasarkan gender ini tersebar dari tingkat PAUD, sekolah formal (SD hingga SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga jalur non-formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Selain aspek demografi, pengelolaan logistik dapur umum MBG juga bersandar pada data mitigasi kondisi khusus siswa yang mencatatkan total 119.385 kasus. Angka tersebut mencakup komponen kerentanan kesehatan spesifik, di mana terdapat 76.779 siswa yang teridentifikasi memiliki alergi makanan, 14.380 siswa mengalami fobia, dan 28.226 anak menderita intoleransi makanan seperti lactose intolerance. Data detail kesehatan per jenjang pendidikan ini menjadi instrumen krusial bagi BGN dan penyedia menu lokal untuk merancang substitusi makanan yang aman sekaligus mencegah fatalitas medis saat distribusi program berlangsung.

Data Detail Penerima MBG 2026 - (Dashboard MBG/desain oleh Notebook LM/DATASATU)
Data Detail Penerima MBG 2026 - (Dashboard MBG/desain oleh Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

sppg-didorong-masuk-wilayah-3t-tantangan-logistik-biaya-masih-tinggi
Ekonomi

SPPG Didorong Masuk Wilayah 3T, Tantangan Logistik-Biaya Masih Tinggi

Pemerintah memprioritaskan MBG di wilayah 3T dan kelompok 3B. Namun, riset CELIOS menyoroti tingginya biaya logistik, hambatan geografis, dan keterbatasan pemasok.

1 hari yang lalu

tata-kelola-mbg-dibenahi-bgn-fokus-tingkatkan-sop-dan-kualitas
Ekonomi

Tata Kelola MBG Dibenahi, BGN Fokus Tingkatkan SOP dan Kualitas

Pemerintah membenahi tata kelola MBG 2026 melalui efisiensi anggaran Rp 268 triliun, fokus penerima manfaat di daerah 3T serta kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita.

1 hari yang lalu

transparansi-mbg-disorot-pengawasan-independen-perlu-diperkuat
Ekonomi

Transparansi MBG Disorot, Pengawasan Independen Perlu Diperkuat

Evaluasi MBG perlu mempertimbangkan penguatan transparansi. Brazil dan Kolombia telah berhasil menjaga akuntabilitas melalui pengawasan independen pada program serupa.

2 hari yang lalu

belajar-dari-brazil-hingga-jepang-mbg-perlu-benahi-tata-kelola
Ekonomi

Belajar dari Brazil Hingga Jepang, MBG Perlu Benahi Tata Kelola

Evaluasi Program MBG mendorong perbaikan tata kelola. Sejumlah negara seperti Brazil, Jepang hingga China bisa dijadikan acuan dalam meningkatkan tata kelola MBG.

3 hari yang lalu

data-terbaru-capaian-program-makan-bergizi-gratis
Ekonomi

Data Terbaru Capaian Program Makan Bergizi Gratis

Hingga Juni 2026, MBG menjangkau 4,5 juta penerima di 22.760 sekolah, serap 1,28 juta pekerja, didukung 27.208 dapur, dan kini fokus moratorium ke wilayah 3T.

3 hari yang lalu

kronologi-korupsi-program-makan-bergizi-gratis-di-badan-gizi-nasional
Hukum & Keamanan

Kronologi Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional

Kejagung resmi menetapkan mantan Kepala BGN dan 2 mantan wakilnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

4 Jun 2026