Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas. Kebijakan ini tidak berlaku untuk seluruh mahasiswa, melainkan hanya ditujukan bagi mahasiswa semester 5 ke atas serta program pascasarjana. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja di Lingkungan Kemendiktisaintek dan Penyesuaian Penyelenggaraan Kegiatan Akademik di Perguruan Tinggi.
Implementasi PJJ ini didasarkan pada karakteristik program studi, capaian pembelajaran, serta kesiapan teknologi masing-masing institusi. Meski demikian, pemerintah memberikan pengecualian ketat bagi kegiatan yang bersifat praktikal. Kegiatan praktikum di laboratorium, studio, klinik, bengkel kerja, hingga praktik lapangan tetap wajib dilaksanakan secara tatap muka demi menjaga kualitas kompetensi lulusan.
Selain aspek akademik, kebijakan ini mengatur efisiensi operasional melalui penyesuaian pola kerja pegawai. Sistem Work From Home (WFH) diberlakukan setiap hari Jumat dengan syarat minimal 50% pegawai tetap hadir di kantor secara bersamaan. Dosen pun mendapatkan fleksibilitas WFH selama satu hari per minggu yang jadwalnya diatur secara terpusat oleh pimpinan perguruan tinggi guna mendukung transformasi digital yang lebih masif.
Upaya digitalisasi layanan turut diperkuat melalui optimalisasi platform digital untuk bimbingan tugas akhir, seminar proposal, hingga rapat akademik. Langkah ini dibarengi dengan kebijakan efisiensi energi yang ketat, mulai dari pembatasan suhu AC minimal 25°C hingga pemotongan anggaran perjalanan dinas secara signifikan. Pengawasan berkala dilakukan oleh LLDIKTI dan pimpinan unit utama untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga di tengah transisi ini.
Langkah Indonesia ini sejalan dengan tren global di mana berbagai negara telah menjadikan PJJ sebagai strategi jangka panjang. Amerika Serikat kini memelopori program gelar penuh secara daring, sementara Korea Selatan mengintegrasikan Smart Learning berbasis teknologi tinggi. Dengan berkaca pada kesuksesan negara lain seperti India dan Malaysia, Indonesia berupaya meningkatkan efisiensi dan adaptasi dinamika global melalui sistem pendidikan yang lebih fleksibel.