Serba Serbi UTBK 2026, Insiden Keamanan Jadi Perhatian

Rabu, 22 April 2026 | 11:02 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Serba Serbi UTBK 2026, Insiden Keamanan Jadi Perhatian
Serba Serbi UTBK 2026

Pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026 mencatatkan lonjakan signifikan pada aspek partisipasi maupun kompleksitas tantangan di lapangan. Berdasarkan data resmi SNPMB, jumlah pendaftar tahun ini mencapai angka 871.496 orang, mengalami pertumbuhan sebesar 1,22% jika dibandingkan tahun lalu. Proses seleksi yang berlangsung serentak di 74 Pusat UTBK Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia ini tetap mengedepankan sistem Computer Based Test (CBT) yang ketat. Peserta harus menjalani rangkaian materi tes yang meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS) guna mengukur kemampuan kognitif, penalaran matematika, serta literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jadwal pelaksanaan yang dimulai pada 21 hingga 30 April 2026 tersebut menjadi fase krusial bagi ratusan ribu calon mahasiswa untuk memperebutkan kursi di perguruan tinggi impian mereka. Bagi penyandang disabilitas, tersedia 51 titik lokasi tes khusus, mulai dari Universitas Sumatera Utara hingga Universitas Cendrawasih.

Di balik operasional yang masif, penyelenggaraan UTBK 2026 pada hari pertama diwarnai oleh berbagai temuan insiden keamanan dan modus kecurangan yang kian canggih. Hal tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari pihak panitia dan aparat penegak hukum. 

Berdasarkan pemantauan media Tim Riset DATASATU, salah satu kasus yang menarik perhatian publik terjadi di Universitas Diponegoro (Undip), di mana seorang peserta berinisial M tertangkap tangan mencoba melakukan kecurangan dengan metode medis yang ekstrem, yakni menanamkan atau memasukkan alat pendengaran mikro ke dalam lubang telinganya. Kecurangan ini terdeteksi berkat ketelitian petugas saat melakukan pemindaian menggunakan perangkat metal detector. Lantaran perangkat elektronik tersebut masuk terlalu dalam ke liang telinga, tim medis rumah sakit harus diterjunkan untuk melakukan tindakan pengangkatan alat sebelum akhirnya oknum peserta tersebut diserahkan ke Polsek Tembalang untuk proses hukum lebih lanjut. Kejadian ini menjadi elemen kuat bahwa upaya perjokian kini telah memanfaatkan teknologi komunikasi berukuran mikro yang sangat berisiko terhadap keselamatan fisik pelakunya demi menembus ketatnya pengawasan ujian.

Selain modus perangkat elektronik di Semarang, Pusat UTBK di wilayah Jawa Timur juga melaporkan adanya temuan anomali data serta indikasi identitas palsu yang cukup sistematis pada hari pertama pelaksanaan ujian. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melaporkan telah mengidentifikasi sedikitnya 79 peserta dengan status anomali melalui analisis data historis dan verifikasi domisili. Kejanggalan tersebut mencakup pemilihan lokasi tes yang dianggap jauh dari domisili asal peserta, diduga untuk mencari titik pengawasan yang lebih longgar, serta adanya temuan data wajah yang identik namun terdaftar dengan identitas nama yang berbeda dari pendaftaran tahun sebelumnya. Senada dengan temuan tersebut, UPN Veteran Jawa Timur juga menemukan indikasi kuat praktik perjokian melalui ketidaksesuaian foto wajah. Petugas menemukan perbedaan fisik yang mencolok antara foto pada kartu peserta, dokumen KTP, dengan wajah asli individu yang hadir di ruang ujian. 

Serba Serbi UTBK 2026 - (Laman SNPMB & media monitoring DATASATU/desain ole Notebook LM/DATASATU)
Serba Serbi UTBK 2026 - (Laman SNPMB & media monitoring DATASATU/desain ole Notebook LM/DATASATU)

Data Terkait

belanda-catat-angka-putus-belajar-tertinggi-di-kawasan-eropa
Pendidikan

Belanda Catat Angka Putus Belajar Tertinggi di Kawasan Eropa

Sebagian negara maju di Benua Biru mencatatkan angka penghentian studi yang cukup tinggi di kalangan usia muda hingga dewasa muda (15–34 tahun).

30 Sep 2026

skor-pisa-2025-indonesia-naik-tipis
Pendidikan

Skor PISA 2025 Indonesia Naik Tipis

Sains & membaca pelajar RI naik 6 poin, matematika turun 2 poin. Capaian relatif setara siklus 2022 dan posisi global masih di papan bawah.

30 Sep 2026

wacana-pendidikan-gratis-hingga-perguruan-tinggi-negeri
Pendidikan

Wacana Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Negeri

Presiden RI Prabowo Subianto mengutarakan rencana penyelenggaraan pendidikan gratis pada sekolah negeri mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

22 Sep 2026

ini-negara-dengan-biaya-pendidikan-gratis
Pendidikan

Ini Negara dengan Biaya Pendidikan Gratis

Belajar gratis di Eropa masih terbuka di negara seperti Jerman, Ceko, dan Polandia, umumnya dengan syarat bahasa lokal atau jenjang studi tertentu.

22 Sep 2026

pembangunan-sdm-2-tahun-kabinet-merah-putih-tata-kelola-perlu-dievaluasi
Politik

Pembangunan SDM 2 Tahun Kabinet Merah Putih, Tata Kelola Perlu Dievaluasi

Program pembangunan SDM pemerintah mencatat sejumlah capaian, dari MBG dan CKG hingga revitalisasi sekolah, namun tata kelola dan pelaksanaannya masih perlu dievaluasi.

21 Sep 2026

gelombang-phk-mayoritas-pekerja-indonesia-masih-lulusan-sd-ke-bawah
Ekonomi

Gelombang PHK, Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD ke Bawah

PHK mencapai 32.389 pekerja hingga semester I-2026. Di sisi lain, tenaga kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD ke bawah sebanyak 52,41 juta orang.

2 Agu 2026