Angkatan Kerja RI 155 Juta Orang, Dominasi Lulusan SD Membayangi

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:29 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Angkatan Kerja RI 155 Juta Orang, Dominasi Lulusan SD Membayangi
Angkatan Kerja RI 155 Juta Orang, Dominasi Lulusan SD Membayangi

Pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif secara kuantitas, namun masih menghadapi tantangan besar pada aspek kualitas dan kesejahteraan. Data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025 mencatat, jumlah angkatan kerja kini mencapai 155,27 juta orang, mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,262 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga terkerek naik sebesar 0,36% poin menjadi 70,95%.

Pertumbuhan Lapangan Kerja dan Turunnya Pengangguran

Hingga November 2025, tercatat sebanyak 147,91 juta orang penduduk telah bekerja, naik 1,371 juta orang dari posisi Agustus 2025. Sektor Penyediaan Akomodasi serta Makan dan Minum menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak dengan penambahan 0,381 juta orang. Di sisi lain, angka pengangguran menunjukkan tren positif dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,74%, atau menyusut 0,11% poin dibanding periode sebelumnya.

Selain penurunan pengangguran, struktur pekerja juga perlahan bergeser ke arah formal. Sebanyak 62,57 juta orang atau 42,30% pekerja kini berada di sektor formal, naik tipis 0,10% poin. Sementara itu, tingkat setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu juga masing-masing mengalami penurunan menjadi 7,81% dan 24,24%. Tren mobilitas pekerja pun meningkat, ditandai dengan jumlah pekerja komuter yang kini mencapai 7,97 juta orang.

Dominasi Pendidikan Rendah dan Kesenjangan Upah

Meski jumlah penduduk bekerja meningkat, kualitas tenaga kerja masih menjadi sorotan tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjabarkan, struktur pekerja nasional tetap didominasi oleh lulusan SD ke bawah sebesar 34,63%, sedangkan kelompok lulusan pendidikan tinggi (D4 hingga S3) hanya mencakup 10,81%. Secara tren, terjadi penurunan tipis pada proporsi lulusan SMA (turun 0,19%) dan perguruan tinggi (turun 0,03%), sementara lulusan SMP dan SMK justru mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0,19% dan 0,17%.

Ketimpangan pendidikan ini berimplikasi langsung pada tingkat kesejahteraan. Rata-rata upah buruh nasional tercatat sebesar Rp3,33 juta per bulan. Namun, terdapat jurang pendapatan yang sangat lebar, yakni pekerja berpendidikan tinggi menerima upah rata-rata Rp4,63 juta, sementara lulusan SD ke bawah hanya menerima Rp2,22 juta. Hal ini berarti lulusan universitas mengantongi upah hingga 2,1 kali lipat dibandingkan mereka yang hanya menamatkan pendidikan dasar.

Kesenjangan Gender dan Sektor Unggulan

Faktor jenis kelamin masih memengaruhi besaran pendapatan di pasar kerja. Rata-rata upah buruh laki-laki mencapai Rp3,61 juta, lebih tinggi dibandingkan buruh perempuan sebesar Rp2,82 juta. Kesenjangan ini bahkan tetap konsisten di setiap jenjang pendidikan, di mana pada tingkat sarjana, upah laki-laki mencapai Rp5,33 juta sementara perempuan sebesar Rp4,02 juta.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Informasi dan Komunikasi menjadi primadona dengan pemberian upah tertinggi mencapai Rp5,17 juta. Sebaliknya, buruh pada sektor Aktivitas Jasa Lainnya menerima upah terendah sebesar Rp1,96 juta. Menariknya, meski secara umum upah laki-laki lebih tinggi, pekerja perempuan justru mencatatkan pendapatan lebih besar pada sektor Aktivitas Keuangan dan Asuransi, dengan rata-rata Rp5,19 juta dibandingkan laki-laki yang sebesar Rp4,82 juta.

Latar Belakang Pendidikan Pekerja RI - (BPS/Ajeng Wirachmi)
Latar Belakang Pendidikan Pekerja RI - (BPS/Ajeng Wirachmi)

Data Terkait

mengenal-kebijakan-pjj-kampus-di-ri-dan-komparasi-berbagai-negara
Pendidikan

Mengenal Kebijakan PJJ Kampus di RI dan Komparasi Berbagai Negara

Pemerintah melalui Kemendiktisaintek menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas dan pascasarjana.

8 Apr 2026

minat-pendaftar-snbp-2026-terus-meningkat-capai-rekor-baru
Pendidikan

Minat Pendaftar SNBP 2026 Terus Meningkat Capai Rekor Baru

Antusiasme siswa lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri terus menunjukkan tren positif.

1 Apr 2026

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

30 Mar 2026

suku-bunga-acuan-bi-tetap-475-pada-maret-2026-ini-faktor-utamanya
Ekonomi

Suku Bunga Acuan BI Tetap 4,75% pada Maret 2026, Ini Faktor Utamanya

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah pelemahan rupiah, lonjakan harga minyak, dan risiko global.

17 Mar 2026

perputaran-uang-mudik-lebaran-2026-bisa-tembus-rp-160-t-ini-faktornya
Ekonomi

Perputaran Uang Mudik Lebaran 2026 Bisa Tembus Rp 160 T, Ini Faktornya

Perputaran uang saat mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp 148-160 triliun, didorong lonjakan konsumsi, stimulus pemerintah, dan jumlah pemudik besar.

17 Mar 2026

keyakinan-konsumen-ri-masih-solid-meski-risiko-global-bayangi-inflasi
Ekonomi

Keyakinan Konsumen RI Masih Solid, Meski Risiko Global Bayangi Inflasi

Keyakinan konsumen Indonesia tetap kuat pada Februari 2026 dengan IKK sebesar 125,2. Namun, risiko global seperti konflik Iran-Israel berpotensi menekan inflasi dan daya beli.

10 Mar 2026