Penjualan Motor Listrik Melonjak 400% dalam 5 Tahun, Pangsa Masih Minim

Senin, 30 Maret 2026 | 17:30 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Penjualan Motor Listrik Melonjak 400% dalam 5 Tahun, Pangsa Masih Minim
Perkembangan Penjualan Motor Listrik Indonesia, 2021-2025

Penjualan motor listrik di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat, pada 2025 penjualan motor listrik mencapai 55,06 ribu unit atau meningkat 400% dibandingkan 2021 yang hanya sebesar 10,55 ribu unit. Lonjakan ini mencerminkan mulai berkembangnya adopsi kendaraan listrik roda dua di dalam negeri.

Perkembangan Penjualan Motor Listrik Indonesia, 2021-2025 - (AISI/Diproduksi Gemini AI)
Perkembangan Penjualan Motor Listrik Indonesia, 2021-2025 - (AISI/Diproduksi Gemini AI)

Namun, bila dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan motor listrik mengalami penurunan 28,57%. Berdasarkan data AISI, penjualan motor listrik tercatat lebih tinggi pada 2024 dengan capaian 77,08 ribu unit. Meski dalam jangka panjang mengalami peningkatan, fluktuasi ini menunjukkan pasar motor listrik masih belum stabil.

Dari sisi kontribusi, penjualan motor listrik masih tergolong sangat kecil. Sejak 2021, pangsanya masih berada di bawah 1% dari total pasar. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan penjualan motor nasional yang mencapai 6,4 juta unit pada 2025. Bahkan, jika dibandingkan dengan mobil listrik, pangsa motor listrik masih kalah jauh, di mana mobil listrik telah mencapai 28,14% dari total pasar otomotif sepanjang 2026.

Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) menilai rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh belum terbentuknya nilai pasar sekunder motor listrik. Konsumen cenderung mempertimbangkan nilai jual kembali yang diharapkan tidak jauh dari harga awal. Selain itu, perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik turut memengaruhi minat beli. Penghentian insentif pada awal 2026 berpotensi mengganggu momentum pertumbuhan ke depan. 

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji ulang kebijakan insentif tersebut. Menteri Keuangan menyatakan bahwa jika dampak fiskalnya tetap terkendali dan tidak membebani anggaran secara signifikan, maka peluang pemberian kembali insentif kendaraan listrik pada 2026 masih terbuka.

Data Terkait

mobil-listrik-melonjak-saat-penjualan-nasional-lesu-insentif-dikaji
Otomotif

Mobil Listrik Melonjak Saat Penjualan Nasional Lesu, Insentif Dikaji

Penjualan mobil listrik melonjak signifikan dalam 5 tahun terakhir di tengah penjualan mobil nasional yang lesu. Pemerintah masih mengkaji insentif baru di tengah risiko fiskal global.

4 hari yang lalu

efisiensi-bbm-dari-gaya-berkendara-ke-infrastruktur-mikro
Lingkungan

Efisiensi BBM: Dari Gaya Berkendara ke Infrastruktur Mikro

Strategi 3 tahap tekan BBM: gaya mengemudi irit, WFH, angkutan umum, hingga investasi jalur sepeda & jalan kaki demi kurangi ketergantungan kendaraan pribadi.

4 hari yang lalu

penjualan-mobil-listrik-ri-didominasi-merek-china-byd-terlaris
Otomotif

Penjualan Mobil Listrik RI Didominasi Merek China, BYD Terlaris

Penjualan mobil listrik Februari 2026 mencapai 12,27 ribu unit, naik 19,89% dibanding bulan lalu. BYD Atto jadi merek terlaris dengan penjualan capai 3.700 unit.

27 Mar 2026

mulai-disetop-berikut-insentif-industri-otomotif-sepanjang-2025
Otomotif

Mulai Disetop, Berikut Insentif Industri Otomotif Sepanjang 2025

Insentif PPN mobil listrik telah berakhir sejak Desember 2025. Pemerintah masih menunggu keputusan Kemenkeu, meski PPnBM 0% tetap berlaku.

13 Feb 2026

10-merek-mobil-terlaris-awal-2026-toyota-dan-daihatsu-teratas
Otomotif

10 Merek Mobil Terlaris Awal 2026, Toyota dan Daihatsu Teratas

Toyota memimpin penjualan Mobil pada Januari 2026 dengan pangsa 30,2%, diikuti Daihatsu dan Mitsubishi.

13 Feb 2026

penjualan-mobil-merosot-hampir-15-dalam-sedekade
Otomotif

Penjualan Mobil Merosot Hampir 15% dalam Sedekade

Penjualan mobil RI turun 14,6% dalam 10 tahun terakhir. Hingga Oktober 2025, wholesales baru mencapai 0,64 juta unit, menandakan pasar masih tertekan.

19 Des 2025