Mobil Listrik Melonjak Saat Penjualan Nasional Lesu, Insentif Dikaji

Senin, 30 Maret 2026 | 17:06 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Mobil Listrik Melonjak Saat Penjualan Nasional Lesu, Insentif Dikaji
Perkembangan Penjualan Mobil Listrik Indonesia, 2021-2026

Penjualan mobil listrik di Indonesia mencatatkan kinerja positif pada Februari 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan mencapai 12,27 ribu unit, meningkat 19,89% dibandingkan Januari 2026 sebesar 10,24 ribu unit. Kenaikan ini memperlihatkan minat pasar terhadap kendaraan listrik yang terus tumbuh di awal tahun.

Perkembangan Penjualan Mobil Listrik Indonesia, 2021-2026 - (Gaikindo/Diproduksi Gemini AI)
Perkembangan Penjualan Mobil Listrik Indonesia, 2021-2026 - (Gaikindo/Diproduksi Gemini AI)

Secara kumulatif, sepanjang Januari-Februari 2026, penjualan mobil listrik wholesales telah mencapai 22,51 ribu unit. Angka tersebut menyumbang 28,14% terhadap total penjualan mobil nasional pada periode yang sama. Dalam lima tahun terakhir, tren ini semakin menguat, di mana penjualan mobil listrik melonjak tajam dari 690 unit pada 2021 menjadi 103,93 ribu unit pada 2025 atau meningkat lebih dari 10.000%.

Di sisi lain, pasar otomotif nasional justru menunjukkan tren pelemahan. Penjualan mobil secara keseluruhan tercatat menurun sejak 2022, dari 1,05 juta unit menjadi 830 ribu unit pada 2025, atau turun hingga 20,95%. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen sekaligus tekanan terhadap industri otomotif konvensional.

Pertumbuhan pesat mobil listrik menjadi momentum yang dinilai perlu dijaga. Namun, pada awal 2026, pemerintah telah menghentikan berbagai insentif, termasuk PPN DTP yang berakhir pada 31 Desember 2025. Kebijakan insentif ini di satu sisi mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi di sisi lain berpotensi menekan penerimaan negara dan memperlebar defisit APBN, terutama di tengah tekanan global akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dan berisiko menekan ekspor Indonesia.

Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah mengevaluasi peluang pemberian kembali insentif kendaraan listrik pada 2026. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Perindustrian guna menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik. Menteri Keuangan menyatakan bahwa jika dampak fiskalnya masih dapat dikendalikan dan tidak membebani anggaran secara signifikan, maka peluang insentif mobil listrik tetap terbuka pada 2026.

Data Terkait

penjualan-motor-listrik-melonjak-400-dalam-5-tahun-pangsa-masih-minim
Otomotif

Penjualan Motor Listrik Melonjak 400% dalam 5 Tahun, Pangsa Masih Minim

Penjualan motor listrik naik 400% sejak 2021, namun pangsa masih di bawah 1%. Pemberhentian insentif berisiko menekan momentum.

4 hari yang lalu

insentif-mobil-listrik-2026-dikaji-ulang-ini-peluang-dan-penghambatnya
Otomotif

Insentif Mobil Listrik 2026 Dikaji Ulang, Ini Peluang dan Penghambatnya

Pemerintah mengkaji insentif mobil listrik 2026. Di satu sisi mendorong penjualan, tapi berpotensi menekan defisit APBN.

27 Mar 2026

penjualan-mobil-listrik-ri-didominasi-merek-china-byd-terlaris
Otomotif

Penjualan Mobil Listrik RI Didominasi Merek China, BYD Terlaris

Penjualan mobil listrik Februari 2026 mencapai 12,27 ribu unit, naik 19,89% dibanding bulan lalu. BYD Atto jadi merek terlaris dengan penjualan capai 3.700 unit.

27 Mar 2026

diskon-transportasi-lebaran-mampu-meredam-inflasi-meski-efek-terbatas
Ekonomi

Diskon Transportasi Lebaran Mampu Meredam Inflasi, Meski Efek Terbatas

Diskon transportasi Rp 911,16 miliar bantu jaga inflasi dan daya beli saat Lebaran 2026, meski efeknya terbatas dan terbatas pada preferensi moda transportasi.

25 Mar 2026

daya-beli-melemah-inflasi-ramadan-lebaran-2026-bergeser-ke-sektor-jasa
Ekonomi

Daya Beli Melemah, Inflasi Ramadan-Lebaran 2026 Bergeser ke Sektor Jasa

Inflasi naik ke 4,76% di awal 2026, sementara upah tertinggal. Pola konsumsi bergeser ke perawatan pribadi dan jasa selama Ramadan-Lebaran 2026.

24 Mar 2026

mulai-disetop-berikut-insentif-industri-otomotif-sepanjang-2025
Otomotif

Mulai Disetop, Berikut Insentif Industri Otomotif Sepanjang 2025

Insentif PPN mobil listrik telah berakhir sejak Desember 2025. Pemerintah masih menunggu keputusan Kemenkeu, meski PPnBM 0% tetap berlaku.

13 Feb 2026