Penjualan mobil listrik di Indonesia mencatatkan kinerja positif pada Februari 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan mencapai 12,27 ribu unit, meningkat 19,89% dibandingkan Januari 2026 sebesar 10,24 ribu unit. Kenaikan ini memperlihatkan minat pasar terhadap kendaraan listrik yang terus tumbuh di awal tahun.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Februari 2026, penjualan mobil listrik wholesales telah mencapai 22,51 ribu unit. Angka tersebut menyumbang 28,14% terhadap total penjualan mobil nasional pada periode yang sama. Dalam lima tahun terakhir, tren ini semakin menguat, di mana penjualan mobil listrik melonjak tajam dari 690 unit pada 2021 menjadi 103,93 ribu unit pada 2025 atau meningkat lebih dari 10.000%.
Di sisi lain, pasar otomotif nasional justru menunjukkan tren pelemahan. Penjualan mobil secara keseluruhan tercatat menurun sejak 2022, dari 1,05 juta unit menjadi 830 ribu unit pada 2025, atau turun hingga 20,95%. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen sekaligus tekanan terhadap industri otomotif konvensional.
Pertumbuhan pesat mobil listrik menjadi momentum yang dinilai perlu dijaga. Namun, pada awal 2026, pemerintah telah menghentikan berbagai insentif, termasuk PPN DTP yang berakhir pada 31 Desember 2025. Kebijakan insentif ini di satu sisi mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi di sisi lain berpotensi menekan penerimaan negara dan memperlebar defisit APBN, terutama di tengah tekanan global akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dan berisiko menekan ekspor Indonesia.
Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah mengevaluasi peluang pemberian kembali insentif kendaraan listrik pada 2026. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Perindustrian guna menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik. Menteri Keuangan menyatakan bahwa jika dampak fiskalnya masih dapat dikendalikan dan tidak membebani anggaran secara signifikan, maka peluang insentif mobil listrik tetap terbuka pada 2026.