Kenaikan inflasi pada April 2026 berhasil dikendalikan. BPS mencatat, inflasi tahunan Indonesia di periode ini mencapai 2,42% yoy. Angka tersebut melandai dibandingkan posisi Maret 2026 yang masih berada di level 3,48% yoy. Penurunan inflasi ini terjadi di tengah berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Melansir paparan BPS, salah satu langkah moneter yang ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia yakni mempertahankan suku bunga acuan. Pada Triwulan I-2026, BI rate tetap berada di level 4,75% sebagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global dan domestik.
Di sisi fiskal, pemerintah juga mengeluarkan paket stimulus guna meningkatkan konsumsi masyarakat. Stimulus tersebut diberikan melalui insentif tarif transportasi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Selain itu, pemerintah melakukan efisiensi belanja negara melalui penajaman ulang anggaran dan pengalihan belanja yang dinilai kurang produktif menuju sektor strategis agar penyerapan anggaran lebih merata. Pada saat yang sama, belanja barang dan jasa pemerintah pusat juga meningkat, terutama untuk belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program prioritas MBG.