Inflasi April 2026 Melambat, Kebijakan Fiskal Moneter Dioptimalkan

Selasa, 5 Mei 2026 | 17:55 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Inflasi April 2026 Melambat, Kebijakan Fiskal Moneter Dioptimalkan
Kebijakan Pemerintah dalam Mengendalikan Inflasi

Kenaikan inflasi pada April 2026 berhasil dikendalikan. BPS mencatat, inflasi tahunan Indonesia di periode ini mencapai 2,42% yoy. Angka tersebut melandai dibandingkan posisi Maret 2026 yang masih berada di level 3,48% yoy. Penurunan inflasi ini terjadi di tengah berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Melansir paparan BPS, salah satu langkah moneter yang ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia yakni mempertahankan suku bunga acuan. Pada Triwulan I-2026, BI rate tetap berada di level 4,75% sebagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global dan domestik.

Kebijakan Pemerintah dalam Mengendalikan Inflasi - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Kebijakan Pemerintah dalam Mengendalikan Inflasi - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Di sisi fiskal, pemerintah juga mengeluarkan paket stimulus guna meningkatkan konsumsi masyarakat. Stimulus tersebut diberikan melalui insentif tarif transportasi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah melakukan efisiensi belanja negara melalui penajaman ulang anggaran dan pengalihan belanja yang dinilai kurang produktif menuju sektor strategis agar penyerapan anggaran lebih merata. Pada saat yang sama, belanja barang dan jasa pemerintah pusat juga meningkat, terutama untuk belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program prioritas MBG.

Data Terkait

industri-manufaktur-masih-ekspansi-indeks-tenaga-kerja-terkontraksi
Ekonomi

Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Indeks Tenaga Kerja Terkontraksi

BPS mencatat IKBM mencapai 52,31 pada kuartal II-2026 atau masih berada di zona ekspansi. Namun, komponen tenaga kerja turun ke level kontraksi 49,92.

4 hari yang lalu

pertumbuhan-industri-manufaktur-melambat-di-bawah-laju-pdb-nasional
Ekonomi

Pertumbuhan Industri Manufaktur Melambat, di Bawah Laju PDB Nasional

Pertumbuhan PDB manufaktur melambat menjadi 4,52% yoy pada triwulan II-2026, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% yoy.

4 hari yang lalu

perjalanan-wisatawan-nusantara-tembus-107-juta-pada-juni-2026
Sosial Budaya

Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 107 Juta pada Juni 2026

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 107,19 juta perjalanan pada Juni 2026.

5 hari yang lalu

perjalanan-wisatawan-nasional-naik-menjadi-766-ribu-pada-juni-2026
Sosial Budaya

Perjalanan Wisatawan Nasional Naik Menjadi 766 Ribu pada Juni 2026

BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 766.780 ribu perjalanan pada Juni 2026.

5 hari yang lalu

ini-5-penyumbang-defisit-dagang-nonmigas-terbesar-di-semester-i-2026
Ekonomi

Ini 5 Penyumbang Defisit Dagang Nonmigas Terbesar di Semester I-2026

Mesin dan peralatan mekanis menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar, yaitu US$ 15,93 miliar disusul berbagai komoditas lainnya.

5 hari yang lalu

lemak-minyak-nabati-dominasi-surplus-dagang-di-semester-i-2026
Ekonomi

Lemak & Minyak Nabati Dominasi Surplus Dagang di Semester I-2026

Neraca perdagangan RI masih mencatat surplus pada semester I-2026 yang ditopang komoditas nonmigas lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$ 17,55 miliar.

5 hari yang lalu