Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 hingga 6 September 2026 menyebarkan abu vulkanik ke wilayah Jawa hingga Sumatera. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah sektor, terutama aktivitas penerbangan.
Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, sebanyak 2.961 penerbangan domestik dan internasional terdampak hingga Senin (7/9) sore. Penutupan 8 bandara juga membuat 341 ribu penumpang tertahan.
Di Bandara Soekarno Hatta, Lion Group membatalkan total 250 penerbangan per Senin (7/9), yang terdiri dari 35 penerbangan Lion Air, 130 penerbangan Batik Air dan 85 penerbangan Super Air Jet.
Dampak erupsi juga dirasakan sektor pendidikan melalui penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jakarta memberlakukan PJJ untuk PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri maupun swasta.
Sementara, Kabupaten Serang menerapkan PJJ pada 7 kecamatan terdampak. Adapun Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Bogor menganjurkan PJJ selama 2 hari.
Selain itu, Kota Bogor mulai menerapkan PJJ pada Senin (7/9) bagi siswa TK, SD & SMP, sedangkan Kabupaten Tangerang memberlakukan PJJ pada 7-9 September 2026.
Di sisi lain, erupsi belum berdampak signifikan terhadap pariwisata, tetapi Dinas Pariwisata Banten mengimbau wisatawan, pelaku usaha pariwisata, serta pengelola destinasi dan objek wisata di kawasan terdampak agar meningkatkan kewaspadaan.