Tiga gunung api aktif di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan pada Selasa (18/8) malam. Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ketiga gunung tersebut berada di wilayah berbeda, yakni Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.
Aktivitas erupsi diawali oleh Gunung Semeru di Jawa Timur yang meletus pada pukul 20.33 WIB. Meski visual letusan tertutup kabut tebal, alat pendeteksi gempa mencatat getaran letusan dengan kekuatan amplitudo maksimum 22 milimeter selama 235 detik. Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Warga diminta menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dan dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak karena rawan lontaran batu pijar.
Sementara itu, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami tiga kali letusan berturut-turut, yakni pada pukul 20.36 WIT, 20.58 WIT, dan 23.11 WIT. Semburan abu vulkanik membubung mulai dari 500 hingga 700 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu yang mengarah ke timur dan timur laut. Saat ini, Gunung Ibu berstatus Level II atau Waspada.
Di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki juga menyusul erupsi pada pukul 21.09 WITA. Letusan tersebut melontarkan kolom abu tebal setinggi 300 meter yang condong bergerak ke arah barat dan barat laut. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 11 milimeter berdurasi 109 detik, menempatkan gunung tersebut pada status Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa erupsi di ketiga gunung ini terjadi secara mandiri dan tidak saling memicu satu sama lain. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjauhi zona bahaya yang telah ditentukan, serta selalu memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal Badan Geologi dan aplikasi MAGMA Indonesia.