Memasuki awal 2026, Indonesia langsung dihadapkan pada sejumlah kejadian bencana alam. Hingga 5 Januari 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 16 bencana, dengan banjir menjadi kejadian paling dominan sebanyak 13 peristiwa. Selain itu, tercatat dua kejadian cuaca ekstrem dan satu kejadian tanah longsor.
Menurut BNPB, bencana alam yang terjadi di awal tahun ini berkaitan erat dengan kondisi cuaca yang belum stabil. Intensitas hujan yang tinggi di berbagai wilayah meningkatkan risiko banjir, terutama di daerah dengan sistem drainase terbatas dan kawasan rawan genangan.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Prakirawan cuaca BMKG, Miftah Ali, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Indonesia, sehingga berpeluang menimbulkan banjir, longsor, serta gangguan aktivitas masyarakat.
BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak bencana.