Jejak Kasus “Mafia Asuransi” di Indonesia: Dari Klaim Fiktif hingga Dugaan Pemotongan Santunan

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:19 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Jejak Kasus “Mafia Asuransi” di Indonesia: Dari Klaim Fiktif hingga Dugaan Pemotongan Santunan
Kasus dugaan “mafia asuransi” di Indonesia kembali menjadi sorotan. Praktik ini umumnya merujuk pada penyimpangan dalam pengelolaan klaim, manipulasi data peserta, hingga penyaluran santunan yang tidak sesuai hak penerima. Berbagai kasus yang terungkap menunjukkan bahwa modus operandi pelaku terus berkembang, mulai dari rekayasa administrasi hingga penyalahgunaan data peserta.

Kasus dugaan “mafia asuransi” di Indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Praktik ini umumnya merujuk pada penyimpangan dalam pengelolaan klaim, manipulasi data peserta, hingga penyaluran santunan yang tidak sesuai hak penerima. Berbagai kasus yang terungkap menunjukkan bahwa modus operandi pelaku terus berkembang, mulai dari rekayasa administrasi hingga penyalahgunaan data peserta.

Salah satu kasus terbaru terungkap pada Juli 2024, ketika BPJS Kesehatan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik phantom billing atau tagihan fiktif yang melibatkan tiga rumah sakit swasta di Sumatra Utara dan Jawa Tengah.

Dalam kasus ini, pelaku diduga memanipulasi 3.269 catatan medis, sebagian besar diklaim sebagai layanan fisioterapi yang sebenarnya tidak pernah dilakukan. Praktik tersebut menyebabkan potensi kerugian negara mencapai Rp35 miliar.

Modus yang digunakan terbilang sistematis. Pelaku memanfaatkan data identitas warga yang dikumpulkan melalui kegiatan bakti sosial untuk membuat klaim palsu seolah-olah pasien benar-benar menjalani pengobatan. Selain itu, ditemukan pula penggunaan identitas dokter yang sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit terkait untuk mendukung pengajuan klaim tersebut.

Kasus serupa sebenarnya bukan hal baru. Pada 2011, sebanyak 15 tenaga kerja Indonesia (TKI) melaporkan dugaan penyimpangan klaim asuransi di Gedung Pendataan Khusus (GPK) TKI Soekarno-Hatta.

Para pekerja migran yang bekerja di Oman mengaku tidak menerima hak klaim sesuai ketentuan. Berdasarkan aturan yang berlaku saat itu, mereka seharusnya memperoleh santunan sebesar 24 kali gaji bulanan. Namun, para TKI hanya menerima santunan berkisar Rp500 ribu hingga Rp1,6 juta, jauh di bawah nilai yang semestinya diterima.

Selisih nominal yang signifikan tersebut memunculkan dugaan adanya pemotongan atau penyaluran klaim yang tidak transparan. Kasus ini menjadi salah satu contoh awal yang memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap distribusi manfaat asuransi bagi pekerja migran Indonesia.

Deretan kasus tersebut menunjukkan bahwa praktik yang kerap disebut sebagai “mafia asuransi” dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari klaim fiktif, manipulasi data peserta, hingga ketidaksesuaian pembayaran manfaat kepada penerima hak.

Fenomena ini menegaskan pentingnya penguatan pengawasan, digitalisasi sistem verifikasi klaim, serta transparansi dalam tata kelola asuransi. Tanpa pembenahan menyeluruh, praktik curang semacam ini berpotensi merugikan negara sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan asuransi di Indonesia.

Kasus dugaan “mafia asuransi” di Indonesia kembali menjadi sorotan. Praktik ini umumnya merujuk pada penyimpangan dalam pengelolaan klaim, manipulasi data peserta, hingga penyaluran santunan yang tidak sesuai hak penerima. Berbagai kasus yang terungkap menunjukkan bahwa modus operandi pelaku terus berkembang, mulai dari rekayasa administrasi hingga penyalahgunaan data peserta. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Kasus dugaan “mafia asuransi” di Indonesia kembali menjadi sorotan. Praktik ini umumnya merujuk pada penyimpangan dalam pengelolaan klaim, manipulasi data peserta, hingga penyaluran santunan yang tidak sesuai hak penerima. Berbagai kasus yang terungkap menunjukkan bahwa modus operandi pelaku terus berkembang, mulai dari rekayasa administrasi hingga penyalahgunaan data peserta. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terbaru

program-b50-dorong-konsumsi-sawit-domestik-ekspor-berpotensi-tertekan
Ekonomi

Program B50 Dorong Konsumsi Sawit Domestik, Ekspor Berpotensi Tertekan

Implementasi B50 diproyeksi meningkatkan konsumsi sawit domestik, namun perlambatan produksi berpotensi menekan ruang ekspor CPO Indonesia hingga akhir 2026.

7 jam yang lalu

ketahui-syarat-nelayan-penerima-bbm-khusus-15-ribu-per-liter
Hukum & Keamanan

Ketahui Syarat Nelayan Penerima BBM Khusus 15 Ribu per Liter

Presiden Prabowo menginstruksikan pemberian harga khusus BBM jenis solar sebesar Rp15.000 per liter bagi pelaku usaha perikanan dengan kapal berskala besar.

14 jam yang lalu

pupuk-npk-phonska-dan-urea-jadi-produk-paling-laris-di-kopdes
Ekonomi

Pupuk NPK Phonska dan Urea Jadi Produk Paling Laris di Kopdes

Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mencatat aktivitas perdagangan yang signifikan pada sejumlah komoditas utama.

17 jam yang lalu

harga-bbm-nonsubsidi-masih-lebih-tinggi-dibanding-awal-tahun
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Masih Lebih Tinggi Dibanding Awal Tahun

Sepanjang 2026, seluruh jenis BBM nonsubsidi mencatat kenaikan harga dibandingkan awal tahun. Pertamina Dex mengalami kenaikan tertinggi sebesar 55,51%, diikuti Dexlite 45,93%, Pertamax Turbo 44,03%, Pertamax 31,58%, dan Pertamax Green 95 29,28%. Meski demikian, penyesuaian pada 1 Juli 2026 menurunkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dibandingkan 10 Juni 2026.

18 jam yang lalu

begini-kronologi-penemuan-laboratorium-narkoba-di-semarang
Hukum & Keamanan

Begini Kronologi Penemuan Laboratorium Narkoba di Semarang

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar laboratorium yang memproduksi narkotika golongan I jenis tablet karisoprodol di Kota Semarang.

20 jam yang lalu

mandatori-b50-berlaku-ini-proyeksi-kebutuhan-sawit-menuju-b100
Ekonomi

Mandatori B50 Berlaku, Ini Proyeksi Kebutuhan Sawit Menuju B100

Mandatori B50 resmi berjalan. Pemerintah menyiapkan transisi ke B60 dan B100, sehingga penguatan pasokan sawit dan produktivitas kebun jadi kunci keberlanjutan.

22 jam yang lalu