Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah sasaran pembangunan nasional untuk 2027 dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pidato tersebut, Presiden menargetkan tingkat kemiskinan turun ke kisaran 6% hingga 6,5%, lebih rendah dibanding target sebelumnya sebesar 6,5% hingga 7,5%.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka berada pada rentang 4,30% hingga 4,87% pada 2027. Angka tersebut lebih rendah dibanding target sebelumnya yang berada di kisaran 4,44% hingga 4,96%. Pemerintah juga menargetkan rasio gini membaik menjadi 0,362 hingga 0,367 dari target sebelumnya sebesar 0,377 hingga 0,380.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketimpangan antara kelompok kaya dan miskin harus terus dipersempit. Presiden menyampaikan, berbagai program prioritas di bidang sumber daya manusia diarahkan untuk meningkatkan indeks modal manusia menjadi 0,575 dari posisi sebelumnya 0,570.
Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan peningkatan kesejahteraan petani. Presiden Prabowo Subianto menyebut indeks kesejahteraan petani ditargetkan naik dari 0,7731 pada 2026 menjadi 0,8038 pada 2027. Sementara itu, proporsi penciptaan lapangan kerja formal diharapkan meningkat menjadi 40,81% pada 2027 dari level 35% pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas ketenagakerjaan nasional.