Imbas Naiknya Dolar Terhadap Pariwisata di RI

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:35 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Imbas Naiknya Dolar Terhadap Pariwisata di RI
Imbas Naiknya Dolar Terhadap Pariwisata di RI

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat berdampak signifikan pada struktur pariwisata nasional sepanjang tahun 2026 akibat melambungnya harga avtur domestik. Data Pertamina menunjukkan harga avtur di bandara utama telah menembus kisaran Rp27.357 hingga Rp29.149 per liter, bahkan mencapai Rp29.427 per liter di wilayah timur Indonesia. Lantaran avtur berkontribusi sekitar 35 hingga 40% dari total biaya operasional maskapai, pergerakan kurs ini memaksa perusahaan penerbangan mempertahankan harga tiket domestik di batas atas sehingga memperlemah konektivitas antar-pulau bagi pasar lokal.

Kondisi tersebut menciptakan tekanan ganda bagi industri pariwisata lokal karena masyarakat mulai menahan diri untuk melakukan penerbangan domestik jarak jauh. Konsumen domestik cenderung beralih pada perjalanan darat atau berwisata di dalam provinsi sendiri guna menghemat anggaran di tengah ancaman inflasi barang pokok. Guna menyikapi beban operasional ini, Pemerintah menerbitkan KM Nomor 1041 Tahun 2026 yang mengizinkan maskapai membebankan biaya tambahan (surcharge) sebesar 10% hingga 100% dari tarif batas atas akibat pergerakan avtur.

Di sisi lain, pariwisata asing menjadi penyelamat devisa karena kunjungan wisatawan mancanegara tetap kokoh menembus angka 1,09 juta pada Maret 2026 dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang nasional di angka 42,78%. Wisman memiliki tameng keuntungan mata uang yang membuat biaya pengeluaran harian mereka di destinasi premium seperti Bali dan Borobudur tetap terasa murah. Fenomena ini mampu menyerap biaya operasional tinggi yang dialihkan menjadi pendapatan berbasis valuta asing sekaligus berpotensi terus menaikkan volume kunjungan wisman ke Indonesia.

Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Industri Pariwisata Domestik & Mancanegara - (Pertamina, BPS & Media Monitoring DATASATU/desain oleh Notebook L/DATASATU)
Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Industri Pariwisata Domestik & Mancanegara - (Pertamina, BPS & Media Monitoring DATASATU/desain oleh Notebook L/DATASATU)

Data Terkait

dampak-lonjakan-dolar-mengancam-keberlanjutan-industri-kesehatan-ri
Kesehatan

Dampak Lonjakan Dolar Mengancam Keberlanjutan Industri Kesehatan RI

Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat kian menekan industri kesehatan di Indonesia secara masif dari hulu hingga ke sektor tengah.

9 jam yang lalu

rupiah-melemah-terhadap-mata-uang-global-per-13-mei-2026
Ekonomi

Rupiah Melemah Terhadap Mata Uang Global per 13 Mei 2026

Nilai tukar Rupiah terpantau mengalami pelemahan signifikan terhadap mayoritas mata uang global dan regional pada transaksi 13 Mei 2026.

13 Mei 2026

rupiah-tertekan-di-awal-2026-bank-indonesia-ungkap-penyebabnya
Ekonomi

Rupiah Tertekan di Awal 2026, Bank Indonesia Ungkap Penyebabnya

Pelemahan rupiah dipicu spekulasi independensi BI, persepsi fiskal, kebutuhan valas korporasi, hingga kuatnya dolar AS akibat kebijakan global.

26 Jan 2026

okupansi-hotel-berbintang-terendah-didominasi-luar-jawa-aceh-terbawah
Ekonomi

Okupansi Hotel Berbintang Terendah Didominasi Luar Jawa, Aceh Terbawah

BPS mencatat Aceh sebagai provinsi dengan TPK hotel berbintang terendah pada Oktober 2025, hanya 27,87%.

31 Des 2025

salip-bali-papua-selatan-pimpin-okupansi-hotel-berbintang
Ekonomi

Salip Bali, Papua Selatan Pimpin Okupansi Hotel Berbintang

Papua Selatan mencatat TPK hotel berbintang tertinggi nasional pada Oktober 2025 sebesar 66,49%. Bali dan Kalimantan Selatan menyusul di posisi atas.

31 Des 2025

perkiraan-omzet-sektor-pariwisara-selama-libur-nataru-2025-2025
Ekonomi

Perkiraan Omzet Sektor Pariwisara Selama Libur Nataru 2025-2025

Perkiraan Omzet Sektor Pariwisara Selama Libur Nataru 2025-2025

26 Des 2025