Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win kesehatan Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan dari wilayah 3T sebagai langkah percepatan pemerataan layanan kesehatan. Program ini sejalan dengan agenda Transformasi Layanan Rujukan yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas.
Ditjen Kesehatan Lanjutan berkomitmen melaksanakan PHTC melalui pembangunan RS Lengkap Berkualitas dengan meningkatkan kelas RSUD dari D/D Pratama menjadi kelas C. Peningkatan ini dilakukan melalui penambahan sarana prasarana dan alat kesehatan, termasuk ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, dan CSSD.
Pada 2025, pemerintah memprioritaskan peningkatan 10 RS di berbagai wilayah 3T serta memberikan Dana Alokasi Khusus kepada 12 RS lain. Selain itu, 10 RS direncanakan masuk dalam program quick wins. Total 66 RSUD ditargetkan naik kelas hingga 2026.
Peningkatan kapasitas rumah sakit ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses dan mutu layanan rujukan di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Dengan fasilitas yang lebih lengkap, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus dirujuk jauh, terutama untuk kasus kompleks.
Pada 2026, pemerintah melanjutkan program quick win RS PHTC yang mencakup 34 lokasi tambahan di Sumatera, Kalimantan, NTT, Maluku, dan Papua, memastikan masyarakat pelosok mendapatkan layanan kesehatan yang setara dengan daerah lainnya.