Pemerintah Siapkan Tata Kelola Ekspor SDA, Komoditas Ini Jadi Prioritas

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:05 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Pemerintah Siapkan Tata Kelola Ekspor SDA, Komoditas Ini Jadi Prioritas
Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional. Kebijakan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, PP tersebut mengatur penjualan ekspor komoditas wajib dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Tahap awal kebijakan akan diterapkan pada tiga komoditas strategis yakni minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloys. Presiden menyebut, potensi penerimaan devisa dari tiga komoditas tersebut mencapai lebih dari US$ 65 miliar atau setara sekitar Rp 1.100 triliun per tahun.

Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA - (Pidato Presiden RI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA - (Pidato Presiden RI/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Dalam paparannya disebutkan, pada 2025 ekspor kelapa sawit mencapai US$ 23 miliar atau sekitar Rp 391 triliun. Sementara ekspor batu bara tercatat sebesar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 510 triliun, sedangkan ekspor paduan besi mencapai US$ 16 miliar atau sekitar Rp 272 triliun. 

Menurut Presiden, kebijakan ini bertujuan memperkuat monitoring dan pengawasan ekspor sumber daya alam sekaligus memberantas praktik kurang bayar atau under-invoicing, pemindahan harga atau transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor agar penerimaan negara lebih optimal.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh sumber daya alam Indonesia merupakan milik rakyat dan bangsa Indonesia sehingga negara berhak mengetahui secara rinci nilai, volume, hingga tujuan penjualan komoditas ke luar negeri. 

Ia juga mencontohkan sejumlah negara seperti Saudi Arabia, Qatar, Rusia, Aljazair, Kuwait, Maroko, Ghana, Malaysia, dan Vietnam yang dinilai berhasil memanfaatkan kekayaan alam untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur modern, hingga pembentukan dana kedaulatan kelas dunia. 

Sejalan dengan itu, pemerintah juga memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan pengolahan sumber daya alam guna mengoptimalkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Data Terkait

kabinet-merah-putih-menjadi-yang-tergemuk-sejak-era-reformasi
Politik

Kabinet Merah Putih Menjadi yang Tergemuk Sejak Era Reformasi

Struktur pemerintahan Kabinet Merah Putih kini resmi diperkuat oleh total 124 personel yang mengisi berbagai pos strategis di lingkaran inti pemerintahan.

19 Jun 2026

perkembangan-proyek-sekolah-rakyat-di-indonesia
Pendidikan

Perkembangan Proyek Sekolah Rakyat di Indonesia

Program pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia terus menunjukkan progres signifikan melalui penyelesaian Tahap I dan berjalannya pembangunan Tahap II.

8 Jun 2026

catatan-diplomasi-maraton-presiden-ri-setahun-terakhir
Hukum & Keamanan

Catatan ‘Diplomasi Maraton’ Presiden RI Setahun Terakhir

Presiden Prabowo Subianto melakukan rangkaian kunjungan kerja ke berbagai negara sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026.

3 Jun 2026

praktik-under-invoicing-disorot-negara-rugi-hingga-rp-15840-triliun
Ekonomi

Praktik Under Invoicing Disorot, Negara Rugi Hingga Rp 15.840 Triliun

Pemerintah menyiapkan aturan tata kelola ekspor SDA guna menekan praktik under invoicing yang disebut merugikan negara hingga US$ 900 miliar selama 34 tahun.

26 Mei 2026

ihsg-di-berbagai-masa-pemerintahan-era-presiden-prabowo-turun-2072
Ekonomi

IHSG di Berbagai Masa Pemerintahan, Era Presiden Prabowo Turun 20,72%

IHSG turun hingga 20,72% di era Presiden Prabowo. Sementara, kinerja IHSG tumbuh paling signifikan di era kepemimpinan Presiden SBY, yaitu hingga 499,50%.

25 Mei 2026

tekanan-global-domestik-bayangi-kinerja-rupiah-dan-ihsg-di-era-prabowo
Ekonomi

Tekanan Global-Domestik Bayangi Kinerja Rupiah dan IHSG di Era Prabowo

Rupiah melemah 14,28% sejak awal pemerintahan Prabowo menjadi Rp 17.687 per US$. IHSG juga turun 20,72% akibat sentimen MSCI dan capital outflow.

23 Mei 2026