Distribusi Daging Kurban Masih Timpang di Berbagai Wilayah Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:41 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Distribusi Daging Kurban Masih Timpang di Berbagai Wilayah Indonesia
Tingkat Kecukupan Distribusi Daging Kurban, 2026

Tingkat kecukupan distribusi daging kurban pada Idul Adha 2026 masih timpang antarwilayah. Menurut Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) dalam riset berjudul “Peta Ekonomi Kurban 2026”, ttotal potensi daging kurban nasional mencapai sekitar 99,29 ribu ton, sementara kebutuhan daging mustahik diperkirakan sekitar 99,18 ribu ton. 

Dengan demikian, secara agregat terdapat surplus sangat tipis sekitar 114,9 ton dengan rasio kecukupan sekitar 100,12%. Meski demikian, surplus besar hanya terkonsentrasi di sejumlah kecil kota dan kabupaten tertentu, sedangkan mayoritas daerah justru mengalami defisit daging kurban.

IDEAS mencatat dari total 514 kabupaten/kota, sebanyak 343 daerah memiliki tingkat distribusi daging kurban di bawah 80%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 163 daerah masuk kategori defisit parah dengan tingkat distribusi di bawah 20%. Selain itu, sebanyak 107 daerah berada dalam kategori sangat defisit dengan distribusi sekitar 20-50%, sedangkan 73 wilayah lainnya mencatat distribusi sebesar 50-80%.

Tingkat Kecukupan Distribusi Daging Kurban, 2026 - (IDEAS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Tingkat Kecukupan Distribusi Daging Kurban, 2026 - (IDEAS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Wilayah Sumatera menjadi kawasan dengan pola defisit paling ekstrem. IDEAS mencatat potensi daging kurban di Sumatera hanya sekitar 9,67 ribu ton, sedangkan kebutuhan mencapai sekitar 2226 ribu ton sehingga defisit regional mencapai sekitar 12,59 ribu ton. Pola tersebut ditemukan di sejumlah wilayah seperti Banyuasin, Musi Rawas, hingga Musi Banyuasin. 

Bahkan, Lampung Timur menjadi wilayah dengan titik rawan terbesar dengan defisit mencapai 473,60 ton dan tingkat kecukupan hanya 3,50%. IDEAS menilai kondisi tersebut menunjukkan defisit kurban tidak hanya terjadi di wilayah terpencil atau minoritas muslim, tetapi juga di daerah agraris dengan kebutuhan daging yang besar namun potensi kurban lokal yang terbatas.

Di sisi lain, IDEAS melaporkan hanya terdapat 45 wilayah dengan tingkat kecukupan distribusi daging kurban di kisaran 80-120%. Sementara itu, sebanyak 126 wilayah justru mencatat surplus sangat tinggi dengan distribusi di atas 120%. Wilayah surplus tersebut mayoritas berada di Pulau Jawa dengan karakter kawasan urban dan metropolitan, kapasitas ekonomi rumah tangga lebih besar, serta basis kelas menengah muslim yang kuat.

Data Terkait

ekonomi-kurban-nasional-masih-terkonsentrasi-di-pulau-jawa
Sosial Budaya

Ekonomi Kurban Nasional Masih Terkonsentrasi di Pulau Jawa

Nilai ekonomi kurban tahun 2026 masih terpusat di Jawa, yakni mencapai Rp 21,42 triliun atau hampir 80% dari angka nasional.

4 jam yang lalu

potensi-ekonomi-kurban-2026-diproyeksikan-turun-jadi-rp-2689-triliun
Sosial Budaya

Potensi Ekonomi Kurban 2026 Diproyeksikan Turun Jadi Rp 26,89 Triliun

Nilai ekonomi kurban diproyeksi turun 0,77% yoy menjadi Rp 26,89 triliun pada 2026 seiring penurunan jumlah pekurban dan hewan kurban.

5 jam yang lalu