Gelombang penolakan terhadap figur publik global yang dinilai mendukung atau memiliki keterkaitan dengan Israel terus meluas di berbagai negara. Sikap dan rekam jejak para selebritas ini menuai reaksi keras dari masyarakat, kelompok aktivis pro-Palestina, hingga berujung pada penolakan izin resmi dari pihak pemerintah.
Di Indonesia, musisi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grupnya Israel & New Breed, menghadapi penolakan perizinan konser di Jakarta. Pemerintah Indonesia melalui Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan tidak akan memberikan izin pertunjukan tersebut karena isu afiliasi dengan Israel. Pihak panitia sendiri tercatat belum resmi mengajukan permohonan izin setelah sebelumnya sempat memindahkan lokasi acara.
Sorotan publik juga mengarah ke industri hiburan Hollywood. Dua aktor serial populer Stranger Things, Noah Schnapp dan Brett Gelman, menjadi sasaran seruan boikot penonton. Noah Schnapp memicu kecaman keras setelah beredar rekaman video dirinya memamerkan stiker bernada provokatif, meski ia kemudian berdalih pandangannya disalahpahami. Sementara itu, Brett Gelman menuai kritik tajam karena secara vokal mendukung Israel di media sosial, berkunjung ke sana, hingga tampil dalam acara komedi televisi Israel.
Di panggung perfilman internasional, aktris asal Israel Gal Gadot dan aktor asal Inggris Gerard Butler menghadapi penolakan terkait film In The Hand of Dante. Menjelang Festival Film Venesia di Italia, kelompok aktivis mendesak agar undangan keduanya dicabut karena rekam jejak kedekatan mereka dengan militer Israel. Buntut polemik ini, pihak penyelenggara memperketat pengamanan dan Gal Gadot akhirnya batal hadir di karpet merah, meski sutradara Julian Schnabel menentang boikot tersebut dan Gerard Butler sendiri memang tidak tercantum dalam jadwal hadir resmi.
Penolakan di panggung musik internasional juga dilaporkan media Timur Tengah, Arab News. Dalam laporannya di Amman, kelompok-kelompok pro-Palestina menyerukan aksi boikot terhadap konser penyanyi tenor legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan tampil di kota kuno Petra, Yordania, pada 27 November 2026. Gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Yordania meminta publik menolak membeli tiket serta menuntut pembatalan pertunjukan tersebut karena rekam jejak sang musisi yang terang-terangan mendukung Israel.
Rekam jejak Bocelli dinilai menjadi pemicu utama penolakan tersebut. Ia pernah tampil dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel di Los Angeles pada 2010, serta menggelar konser di Tel Aviv pada 2022 yang dihadiri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. BDS Yordania menilai, Petra sebagai situs warisan dunia kebanggaan bangsa Arab tidak layak menjadi panggung bagi musisi yang menyokong militer pendudukan. Meski pihak promotor berdalih konser tur Romanza ini digelar untuk mengenalkan pariwisata Yordania ke mata dunia, pertunjukan tersebut kini tetap terancam sepi penonton akibat kuatnya seruan boikot.