Nilai impor Indonesia dari Israel tercatat meningkat signifikan pada awal 2026. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan impor dari Israel mencapai US$ 5,3 juta pada Januari 2026, melonjak 211,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar US$ 1,7 juta.
Meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, aktivitas perdagangan antara kedua negara tetap berlangsung. Struktur impor Indonesia dari Israel didominasi oleh produk teknologi dan manufaktur, terutama mesin dan peralatan listrik yang mencapai US$ 2,8 juta atau sekitar 52,41% dari total impor.
Selain itu, produk industri farmasi juga menjadi salah satu komoditas utama dengan nilai impor mencapai US$ 1,5 juta atau sekitar 27,36% dari total impor. Komoditas lain yang turut masuk dari Israel meliputi mesin pesawat mekanik sebesar US$ 0,3 juta, perkakas dan perangkat potong US$ 0,4 juta, serta perangkat optik sebesar US$ 0,2 juta.
Sementara itu, impor bahan kimia organik tercatat sebesar US$ 0,1 juta. Beberapa komoditas juga menunjukkan pertumbuhan signifikan secara tahunan, terutama mesin atau peralatan listrik yang melonjak hingga 710,7% yoy serta perangkat optik yang meningkat 696,77% yoy.