Perkembangan Terkini AS Serang Iran yang Wajib Diketahui

Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Perkembangan Terkini AS Serang Iran yang Wajib Diketahui
Perkembangan Terkini AS Serang Iran yang Wajib Diketahui

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah militer Washington melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz. Operasi militer ini memicu tanda tanya besar lantaran terjadi di tengah masa gencatan senjata sementara berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani kedua belah pihak pada 17 Juni lalu untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Februari.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi udara ini merupakan balasan langsung atas aksi Iran yang diduga menyerang kapal-kapal dagang komersial di Selat Hormuz pada awal Juli 2026. AS menilai tindakan Teheran tersebut telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sedang berjalan.

Serangan udara AS berlangsung dalam beberapa gelombang. Melansir informasi di laman CENTCOM, Washington menggempur sekitar 80 target militer pada Selasa (7/7), termasuk lebih dari 60 kapal cepat milik Garda Revolusi Iran (IRGC). Ledakan keras dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah strategis pesisir seperti Pulau Qeshm dan Pelabuhan Sirik. Keesokan harinya, AS kembali menghantam sekitar 90 target tambahan yang mencakup sistem pertahanan udara, radar pantai, gudang rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik. Secara total, klaim AS mencatat sedikitnya 170 target militer Iran telah dihantam, disusul gelombang operasi besar berikutnya yang menyasar hingga 140 target.

CENTCOM menegaskan bahwa tujuan utama dari rangkaian serangan intensif ini adalah untuk mengikis kemampuan militer Iran dalam mengganggu kapal dagang sekaligus menjamin kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional tersebut. Namun, langkah ofensif Washington ini diambil sebelum adanya penjelasan resmi dari pihak Teheran.

Dampak dari gempuran dua hari di lima provinsi tersebut sangat signifikan. Pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka. Laporan BBC terbaru pada 13 Juli 2026 menyebut, satu korban jiwa tambahan dan empat orang luka-luka di Provinsi Khuzestan akibat serangan tersebut. Selain korban jiwa, serangan ini merusak infrastruktur vital di wilayah Bandar Abbas, Sirik, Jask, Qeshm, Konarak, Chabahar, Bushehr, dan Abu Musa. Kerusakan juga menyasar jalur kereta serta jembatan menuju Mashhad, menyebabkan pemadaman listrik di Chabahar, dan memicu kebakaran hebat di markas IRGC.

Merespons gempuran tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke pangkalan militer AS serta negara-negara sekutunya di kawasan Timur Tengah, meliputi Qatar, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, dan Oman. IRGC menegaskan operasi tersebut merupakan hak balas atas agresi Amerika. Imbas dari eskalasi ini, Iran secara sepihak mengklaim telah menutup Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut dan menyatakan hanya negaranya yang berhak mengatur lalu lintas di sana. Sebaliknya, AS menolak klaim tersebut dan menegaskan jalur pelayaran global itu akan tetap dibuka di bawah kawalan ketat militernya.

Update Penyerangan Kasus AS ke Iran - (Laman Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) & media monitoring DATAS/DATASATU)
Update Penyerangan Kasus AS ke Iran - (Laman Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) & media monitoring DATAS/DATASATU)

Data Terkait

deretan-fakta-di-pemakaman-ayatullah-ali-khamenei
Internasional

Deretan Fakta di Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei

Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menorehkan sejarah baru di Timur Tengah dengan berbagai peristiwa yang tidak biasa.

6 hari yang lalu

amerika-serikat-tolak-perpanjang-pakta-dagang-usmca
Internasional

Amerika Serikat Tolak Perpanjang Pakta Dagang USMCA

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump tidak memperpanjang pakta perdagangan USMCA untuk jangka waktu 16 tahun ke depan.

2 Jul 2026

konflik-as-dan-iran-memanas-di-selat-hormuz
Internasional

Konflik AS dan Iran Memanas di Selat Hormuz

Eskalasi militer antara AS dan Iran kembali memuncak setelah kedua belah pihak saling meluncurkan serangan udara pada akhir pekan, 27–28 Juni 2026.

30 Jun 2026

mou-amerika-serikat-iran-soroti-gencatan-senjata-dan-isu-nuklir
Internasional

MoU Amerika Serikat-Iran Soroti Gencatan Senjata dan Isu Nuklir

Pemerintah AS miliki MoU dengan Iran dengan 14 poin kesepakatan, termasuk penghentian operasi termasuk di Lebanon.

19 Jun 2026

perdamaian-iran-as-buka-peluang-surplus-minyak-meski-risiko-mengintai
Ekonomi

Perdamaian Iran-AS Buka Peluang Surplus Minyak, Meski Risiko Mengintai

Kesepakatan damai Iran dan AS mendorong harga minyak dunia turun. IEA memperkirakan pasokan minyak global naik 7,71% pada 2027 meski risiko gangguan energi masih membayangi.

18 Jun 2026

peta-persaingan-global-perusahaan-pemasok-pengayaan-uranium-dunia
Internasional

Peta Persaingan Global Perusahaan Pemasok Pengayaan Uranium Dunia

Berdasarkan data World Nuclear Association, pasar pengayaan uranium komersial dunia saat ini masih didominasi oleh Rosatom asal Rusia.

12 Mei 2026