Perdamaian Iran-AS Buka Peluang Surplus Minyak, Meski Risiko Mengintai

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:43 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Perdamaian Iran-AS Buka Peluang Surplus Minyak, Meski Risiko Mengintai
Peluang dan Risiko Pasokan Energi Setelah Perdamaian Iran-AS, 2026

Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik untuk mengakhiri perang. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah langsung direspons pasar energi global dengan penurunan harga minyak mentah berjangka setelah sebelumnya sempat melonjak akibat konflik yang berkepanjangan.

Melansir data Investing pada Kamis (18/6), harga minyak mentah berjangka WTI turun menjadi US$ 75,19/barel. Sementara itu, harga minyak berjangka Brent juga terkoreksi ke level US$ 78,09/barel. Padahal sebelumnya harga minyak dunia sempat menembus US$ 100/barel seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan AS. Penurunan harga minyak ini juga berpotensi menekan harga batu bara karena berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Menurut laporan IEA, penyelesaian konflik Iran-AS secara permanen berpeluang meningkatkan pasokan minyak dunia secara signifikan dan menciptakan surplus pasokan pada 2027. IEA memperkirakan pasokan minyak global dapat meningkat 7,71%, dari 102,4 juta barel per hari (bph) pada 2026 menjadi 110,3 juta bph pada 2027. Bertambahnya pasokan tersebut diperkirakan membantu menjaga stabilitas harga energi sekaligus mengurangi tekanan inflasi di berbagai negara.

Meski demikian, IMF mengingatkan bahwa proses normalisasi pasar energi tidak akan berlangsung secara instan. Gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur energi akibat perang masih membutuhkan waktu untuk dipulihkan. IMF menilai negara-negara yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi dan ruang fiskal yang terbatas masih menghadapi risiko besar. 

Peluang dan Risiko Pasokan Energi Setelah Perdamaian Iran-AS, 2026 - (IMF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Peluang dan Risiko Pasokan Energi Setelah Perdamaian Iran-AS, 2026 - (IMF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Ethiopia, Malawi, dan Zambia disebut berpotensi mengalami kelangkaan BBM. Sementara harga energi yang masih tinggi juga meningkatkan risiko ekonomi di Lesotho, Rwanda, dan Tanzania. Dengan demikian, meski perdamaian Iran-AS membuka peluang bagi stabilisasi pasar energi global, proses pemulihan pasokan dan distribusi energi tetap menjadi faktor yang perlu dicermati ke depan.

Data Terkait

pemulihan-pasca-perang-iran-as-belum-mampu-dorong-ekonomi-global
Ekonomi

Pemulihan Pasca Perang Iran-AS Belum Mampu Dorong Ekonomi Global

OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8% dari 3,4% meski Iran dan AS telah menandatangani MoU perdamaian pasca konflik.

3 jam yang lalu

mou-amerika-serikat-iran-soroti-gencatan-senjata-dan-isu-nuklir
Internasional

MoU Amerika Serikat-Iran Soroti Gencatan Senjata dan Isu Nuklir

Pemerintah AS miliki MoU dengan Iran dengan 14 poin kesepakatan, termasuk penghentian operasi termasuk di Lebanon.

3 hari yang lalu

perdamaian-iran-as-berpeluangi-longgarkan-tekanan-ekonomi-global
Ekonomi

Perdamaian Iran-AS Berpeluangi Longgarkan Tekanan Ekonomi Global

Kesepakatan damai Iran-AS berpotensi menurunkan harga minyak dunia, mengurangi tekanan fiskal Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,4% pada 2026.

5 hari yang lalu

harga-icp-melambung-6544-sepanjang-2026-ikuti-lonjakan-minyak-dunia
Ekonomi

Harga ICP Melambung 65,44% Sepanjang 2026, Ikuti Lonjakan Minyak Dunia

Harga minyak mentah dunia dan ICP melonjak sepanjang 2026. Harga ICP Mei 2026 mencapai US$ 106,56 per barel atau naik 65,44% dibanding awal tahun.

12 Jun 2026

peta-persaingan-global-perusahaan-pemasok-pengayaan-uranium-dunia
Internasional

Peta Persaingan Global Perusahaan Pemasok Pengayaan Uranium Dunia

Berdasarkan data World Nuclear Association, pasar pengayaan uranium komersial dunia saat ini masih didominasi oleh Rosatom asal Rusia.

12 Mei 2026

negosiasi-iranas-buntu-pakistan-dorong-kembali-jalur-diplomasi
Internasional

Negosiasi Iran–AS Buntu, Pakistan Dorong Kembali Jalur Diplomasi

Pakistan kembali mengambil peran sebagai mediator setelah perundingan yang berlangsung di Islamabad pada Selasa (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan dan memicu ketegangan kembali di Selat Hormuz.

16 Apr 2026