Harga Plastik Terbang Tinggi, Industri Masuk Fase ‘Ganti Harga’

Kamis, 16 April 2026 | 19:34 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Harga Plastik Terbang Tinggi, Industri Masuk Fase ‘Ganti Harga’
Serangan AS-Israel ke Iran mengganggu pasokan global, memicu harga plastik naik 30%–100%. Harga eceran kini berkisar Rp28–49 ribu/kg di sejumlah daerah.

Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, seiring terganggunya rantai pasok bahan baku global. Salah satu pemicu utamanya adalah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang berdampak pada distribusi nafta, bahan baku utama industri kimia. Kondisi ini menjadi krusial mengingat sekitar 70% pasokan nafta dunia berasal dari kawasan Timur Tengah. Nafta sendiri merupakan komponen penting dalam produksi berbagai turunan plastik, seperti butadiena untuk sarung tangan dan ban, etilena untuk botol dan wadah plastik, serta propilena untuk komponen otomotif dan kemasan.”

Dampak gangguan tersebut mulai terasa di pasar domestik. Harga plastik di sejumlah daerah tercatat meningkat antara 30% hingga 100%, dengan harga eceran kini berada di kisaran Rp28 ribu hingga Rp49 ribu per kilogram untuk jenis tertentu. Bahkan, beberapa jenis plastik seperti HD, PE, OPP, dan tali plastik mengalami lonjakan drastis hingga 116,67%, dari kisaran Rp23–24 ribu per kilogram menjadi Rp52 ribu per kilogram per 6 April 2026. Sementara itu, plastik kemasan ukuran 40×60 cm juga mengalami kenaikan sebesar 52,17%, dari Rp23 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram per 14 April 2026.

Lonjakan harga ini menandai fase baru di pasar plastik. Bukan lagi sekadar kenaikan harga secara bertahap, melainkan fenomena ‘ganti harga’, di mana pelaku usaha harus menyesuaikan harga jual secara cepat dan signifikan. Kondisi ini berpotensi menekan pelaku industri, khususnya sektor UMKM dan manufaktur yang sangat bergantung pada bahan baku plastik.

Serangan AS-Israel ke Iran mengganggu pasokan global, memicu harga plastik naik 30%–100%. Harga eceran kini berkisar Rp28–49 ribu/kg di sejumlah daerah. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Serangan AS-Israel ke Iran mengganggu pasokan global, memicu harga plastik naik 30%–100%. Harga eceran kini berkisar Rp28–49 ribu/kg di sejumlah daerah. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terbaru

produktivitas-naik-stok-beras-ri-cetak-rekor-di-tengah-ancaman-krisis
Ekonomi

Produktivitas Naik, Stok Beras RI Cetak Rekor di Tengah Ancaman Krisis

Stok beras RI mencetak rekor tertinggi seiring kenaikan produksi padi hingga 13,30% pada 2025 menjadi 60,21 juta ton di tengah risiko krisis pangan global.

1 hari yang lalu

populasi-kendaraan-listrik-tumbuh-pesat-tapi-pangsanya-di-bawah-1
Otomotif

Populasi Kendaraan Listrik Tumbuh Pesat, Tapi Pangsanya di Bawah 1%

Populasi EV RI capai lebih dari 274 ribu unit pada 2025, naik dari 3,89 ribu unit pada 2021. Namun, porsinya masih di bawah 1% dari total 172,93 juta kendaraan.

1 hari yang lalu

harga-plastik-terbang-tinggi-industri-masuk-fase-ganti-harga
Internasional

Harga Plastik Terbang Tinggi, Industri Masuk Fase ‘Ganti Harga’

Serangan AS-Israel ke Iran mengganggu pasokan global, memicu harga plastik naik 30%–100%. Harga eceran kini berkisar Rp28–49 ribu/kg di sejumlah daerah.

2 hari yang lalu

kelangkaan-lpg-3-kg-meluas-di-berbagai-daerah-ini-penyebabnya
Ekonomi

Kelangkaan LPG 3 Kg Meluas di Berbagai Daerah, Ini Penyebabnya

Kelangkaan LPG 3 kg terjadi di berbagai daerah. Penimbunan tabung LPG, lonjakan konsumsi, hingga cuaca buruk hambat distribusi.

2 hari yang lalu

wfh-mampu-hemat-bbm-20-tapi-risiko-ekonomi-perlu-diantisipasi
Ekonomi

WFH Mampu Hemat BBM 20%, Tapi Risiko Ekonomi Perlu Diantisipasi

WFH akan menghemat BBM hingga 20%, namun berisiko menurunkan konsumsi rumah tangga. Efisiensi energi berpotensi bergeser jadi beban rumah tangga.

2 hari yang lalu

pembangunan-kopdes-merah-putih-terpusat-di-jawa-timur-masih-tertinggal
Ekonomi

Pembangunan Kopdes Merah Putih Terpusat di Jawa, Timur Masih Tertinggal

Pembangunan KDMP capai ribuan unit hingga April 2026, didominasi Jawa 16,15 ribu unit. Sementara Maluku dan Papua masih 720 unit.

3 hari yang lalu