Sinopec hingga ExxonMobil Kuasai Industri Plastik Global

Rabu, 8 April 2026 | 18:06 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Sinopec hingga ExxonMobil Kuasai Industri Plastik Global
Perusahaan asal China, Sinopec, menjadi produsen plastik terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 5,4% pada 2023.

Industri plastik merupakan tulang punggung manufaktur modern yang pergerakannya didominasi oleh segelintir korporasi multinasional berskala besar. Berdasarkan data pangsa pasar 2023, lanskap industri ini menunjukkan dominasi kuat dari dua kekuatan ekonomi utama dunia, yakni China dan Amerika Serikat.

Di posisi teratas, perusahaan pelat merah asal China, Sinopec, memimpin dengan pangsa pasar sebesar 5,4%. Posisi berikutnya ditempati ExxonMobil dengan 5%, diikuti LyondellBasell (4,5%) dan Dow Inc. (4%). Kekuatan besar lainnya juga terlihat pada Saudi Aramco (4,3%) dan PetroChina (4,2%), yang menegaskan dominasi perusahaan energi dan petrokimia dalam industri ini.

Namun, dominasi tersebut kini menghadapi tekanan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik di kawasan ini memicu gangguan pada rantai pasok polimer global, terutama karena wilayah tersebut merupakan pemasok utama bahan baku petrokimia. Disrupsi pada jalur maritim strategis seperti Selat Hormuz dan Terusan Suez turut menekan efisiensi distribusi. Dalam konteks ini, Saudi Aramco menjadi salah satu indikator penting bagi stabilitas pasokan dan harga global.

Di sisi lain, kekuatan baru mulai muncul dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Reliance Industries (India) dan Indorama Ventures (Thailand) masing-masing menguasai pangsa pasar sebesar 2,3%, menunjukkan pergeseran dinamika industri ke kawasan berkembang.

Secara keseluruhan, sepuluh perusahaan terbesar ini mengendalikan porsi signifikan dari pasar plastik global. Namun, skala produksi yang besar juga diiringi tanggung jawab terhadap isu keberlanjutan. Di tengah tekanan regulasi lingkungan yang semakin ketat, para pelaku industri dihadapkan pada pilihan strategis: mempertahankan produksi berbasis polimer konvensional atau beralih menuju ekonomi sirkular. Keputusan tersebut akan sangat menentukan arah masa depan industri plastik global sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Perusahaan asal China, Sinopec, menjadi produsen plastik terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 5,4% pada 2023. - (Zero Carbon Analytics/Design by LM Notebook)
Perusahaan asal China, Sinopec, menjadi produsen plastik terbesar di dunia dengan pangsa pasar mencapai 5,4% pada 2023. - (Zero Carbon Analytics/Design by LM Notebook)

Data Terbaru

rupiah-tembus-rp-18056-per-dolar-as-tren-pelemahan-terjadi-di-asia
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.056 per Dolar AS, Tren Pelemahan Terjadi di Asia

Nilai tukar rupiah menembus Rp 18.056 per dolar AS pada 5 Juni 2026 atau terkoreksi 10,94% yoy, diikuti sejumlah negara Asia.

10 jam yang lalu

ruu-p2sk-disetujui-komisi-xi-dpr-ri-17-perubahan-utama-jadi-sorotan
Ekonomi

RUU P2SK Disetujui Komisi XI DPR RI, 17 Perubahan Utama Jadi Sorotan

Komisi XI DPR RI menyetujui RUU P2SK yang memuat penguatan dan tata kelola lembaga keuangan.

11 jam yang lalu

surplus-dagang-ri-kian-menipis-sektor-migas-picu-lonjakan-impor
Ekonomi

Surplus Dagang RI Kian Menipis, Sektor Migas Picu Lonjakan Impor

Lonjakan impor Indonesia sebesar 22,49% yoy pada April 2026, terutama impor migas yang naik 82,52%, membuat surplus dagang menyusut menjadi US$ 89,1 juta.

17 jam yang lalu

surplus-dagang-ri-anjlok-ke-us-891-juta-tergerus-lonjakan-impor
Ekonomi

Surplus Dagang RI Anjlok ke US$ 89,1 Juta, Tergerus Lonjakan Impor

Surplus neraca dagang Indonesia menyusut drastis menjadi US$ 89,1 juta pada April 2026 akibat lonjakan impor 22,49% yoy, terutama dari komoditas migas.

22 jam yang lalu

potensi-mesin-pertumbuhan-baru-konser-internasional-sumbang-pdb-rp-435-m
Ekonomi

Potensi Mesin Pertumbuhan Baru, Konser Internasional Sumbang PDB Rp 435 M

Konser internasional mampu menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 843,29 miliar dan menyumbang PDB sebesar Rp 435,65 miliar melalui efek berganda di berbagai sektor usaha.

1 hari yang lalu

pp-202026-picu-polemik-fasilitas-pph-final-umkm-tak-lagi-berlaku-bagi-cv-dan-pt
Politik

PP 20/2026 Picu Polemik, Fasilitas PPh Final UMKM Tak Lagi Berlaku bagi CV dan PT

Pasal 57 PP Nomor 20 Tahun 2026 mengatur bahwa fasilitas PPh Final UMKM 0,5% hanya dapat digunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi, perseroan perorangan, dan koperasi yang memenuhi kriteria omzet tertentu. Sementara itu, CV, firma, PT, BUMDes, dan BUMDesma yang baru terdaftar tidak lagi berhak menggunakan tarif PPh Final 0,5% dan wajib dikenakan tarif umum PPh Badan.

1 hari yang lalu