Surplus Dagang RI Kian Menipis, Sektor Migas Picu Lonjakan Impor

Jumat, 5 Juni 2026 | 14:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Surplus Dagang RI Kian Menipis, Sektor Migas Picu Lonjakan Impor
Perkembangan Impor Migas Indonesia, April 2025-April 2026

Nilai impor Indonesia pada April 2026 melonjak signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai US$ 25,21 miliar atau meningkat 22,49% yoy. 

Kenaikan impor tersebut berdampak signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia. Surplus dagang yang pada Maret 2026 masih mencapai US$ 3,33 miliar menyusut tajam menjadi hanya US$ 89,1 juta pada April 2026. 

Meski demikian, Indonesia masih berhasil mempertahankan surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. BPS mencatat, capaian tersebut menjadi surplus dagang terkecil sejak Mei 2020.

Dari sisi komoditas, lonjakan impor terutama berasal dari sektor migas. BPS melaporkan impor migas meningkat 82,52% yoy menjadi US$ 4,60 miliar. Kenaikan terbesar berasal dari impor hasil minyak yang mencapai US$ 3,51 miliar atau melonjak 87,76% yoy. Sementara itu, impor minyak mentah juga meningkat signifikan sebesar 67,49% yoy menjadi US$ 1,09 miliar.

Perkembangan Impor Migas Indonesia, April 2025-April 2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)
Perkembangan Impor Migas Indonesia, April 2025-April 2026 - (BPS/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Meningkatnya impor energi tersebut tidak terlepas dari kondisi geopolitik global yang masih memicu tekanan pada harga minyak dunia. Selain itu, kebutuhan energi domestik yang tinggi turut mendorong peningkatan pembelian minyak mentah dan produk olahan minyak dari berbagai negara mitra dagang Indonesia.

BPS mencatat sumber utama impor minyak mentah Indonesia berasal dari Nigeria, Brasil, dan Kazakhstan. Sementara itu, peningkatan impor hasil minyak terutama berasal dari Malaysia, Singapura, dan Rusia. 

Tingginya impor energi menunjukkan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri masih cukup besar, sehingga fluktuasi harga energi global dapat berdampak langsung terhadap kinerja perdagangan nasional.

Data Terkait

bali-teratas-dan-papua-pegunungan-terendah-akses-sanitasi-layak-2025
Sosial Budaya

Bali Teratas dan Papua Pegunungan Terendah Akses Sanitasi Layak 2025

Akses sanitasi layak RI 2025 naik ke 85,37%. Bali tertinggi (98,2%), Papua Pegunungan terendah (16,34%) dengan ketimpangan desa-kota yang tajam.

7 jam yang lalu

12-provinsi-di-indonesia-capai-100-rumah-tangga-berlistrik
Sosial Budaya

12 Provinsi di Indonesia Capai 100% Rumah Tangga Berlistrik

Sebanyak 12 provinsi di Indonesia berhasil mencatatkan capaian 100% rumah tangga yang telah teraliri listrik.

2 hari yang lalu

pengangguran-lulusan-sarjana-naik-dalam-dua-tahun-pemerintahan-prabowo
Ekonomi

Pengangguran Lulusan Sarjana Naik dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Pengangguran lulusan pendidikan tinggi meningkat Mei 2026, sementara 8,01 juta lulusan S1 bekerja di bawah tingkat pendidikannya akibat mismatch pasar kerja.

24 Sep 2026

industri-makanan-serap-tenaga-kerja-terbanyak-di-sektor-imk-2025
Ekonomi

Industri Makanan Serap Tenaga Kerja Terbanyak di Sektor IMK 2025

BPS mencatat sebanyak 4,46 juta unit usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) berhasil menyerap hingga 9,48 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia sepanjang 2025.

22 Sep 2026

jawa-tengah-jadi-provinsi-dengan-imk-terbanyak-di-indonesia
Ekonomi

Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan IMK Terbanyak di Indonesia

BPS sebut total usaha Industri Mikro dan Kecil atau IMK di Indonesia mencapai 4.461.888 unit usaha sepanjang 2025 dan pulau Jawa mendominasi.

21 Sep 2026

el-nino-tekan-pertanian-produksi-beras-2026-berisiko-turun
Lingkungan

El Nino Tekan Pertanian, Produksi Beras 2026 Berisiko Turun

El Nino berpotensi menggerus produksi beras 2026 hingga 9,4% per tahun, dengan produksi diproyeksi 30,1 juta ton dan bisa turun hingga 29,1 juta ton.

14 Sep 2026