Gelombang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai melanda pasar global menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Data dari Global Petrol Prices menunjukkan setidaknya 85 negara telah melaporkan kenaikan harga eceran energi per awal Maret 2026. Para analis memperkirakan jumlah negara yang terdampak akan terus bertambah pada April mendatang, mengingat banyak negara yang baru akan memperbarui data penyesuaian harga mereka di setiap akhir bulan.
Vietnam menjadi salah satu negara dengan lonjakan harga paling signifikan, mencatatkan kenaikan sebesar 50% dalam waktu singkat. Tren kenaikan tajam ini juga diikuti oleh Nigeria dengan pertumbuhan harga sebesar 35%, serta Laos yang mencatat kenaikan 33%. Tidak hanya di negara berkembang, tekanan harga juga merambah ke negara maju seperti Kanada yang mengalami kenaikan sebesar 28%, menegaskan dampak luas dari ketidakstabilan geopolitik terhadap stabilitas harga energi dunia.