Indonesia Perluas Sumber Impor Minyak Demi Stabilitas Energi Nasional

Rabu, 18 Maret 2026 | 15:30 WIB

A
Penulis: Ajeng Wirachmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Indonesia Perluas Sumber Impor Minyak Demi Stabilitas Energi Nasional
Indonesia Perluas Sumber Impor Minyak Demi Stabilitas Energi Nasional

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. Langkah strategis yang diambil adalah dengan melakukan impor dari berbagai negara pemasok tanpa membatasi opsi kerja sama pada pihak tertentu, termasuk peluang kerja sama dengan Rusia. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap aman dengan harga yang kompetitif bagi masyarakat dan industri, sekaligus menjaga kekuatan fiskal APBN agar harga BBM bersubsidi tetap stabil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Singapura masih menjadi mitra utama dengan volume impor yang terus melonjak tajam. Pada tahun 2020, impor dari Singapura tercatat sebesar 10,46 juta ton dan meningkat drastis hingga mencapai 16,87 juta ton pada tahun 2024. Selain Singapura, Malaysia juga menunjukkan tren peningkatan dengan menyuplai 7,54 juta ton pada tahun 2024. Negara produsen besar lainnya seperti Arab Saudi dan Amerika Serikat turut memainkan peran penting dengan kontribusi masing-masing sebesar 6,21 juta ton dan 5,67 juta ton pada periode yang sama.

Diversifikasi pemasok juga terlihat dari masuknya pasokan dari Nigeria sebesar 5,75 juta ton serta Uni Emirat Arab sebesar 2,80 juta ton pada tahun 2024. Indonesia juga mendatangkan minyak dari kawasan Asia lainnya seperti Tiongkok sebanyak 2,46 juta ton, Australia 2,16 juta ton, Korea Selatan 1,91 juta ton, dan Qatar 1,86 juta ton. Perencanaan kebijakan energi ini akan terus dilakukan secara adaptif, di mana pemerintah berencana mengevaluasi dinamika harga dan pasokan global lebih lanjut pada kuartal II 2026 untuk mencegah terjadinya kelangkaan energi di tanah air.

Data Impor Minyak Bumi dan Hasil-Hasilnya (juta ton) 2024 - (BPS/DATASATU)
Data Impor Minyak Bumi dan Hasil-Hasilnya (juta ton) 2024 - (BPS/DATASATU)

Data Terkait

harga-avtur-melonjak-tiket-pesawat-domestik-bisa-naik-sampai-50
Ekonomi

Harga Avtur Melonjak, Tiket Pesawat Domestik Bisa Naik Sampai 50%

Harga avtur melonjak hingga 95,22% sepanjang 2026. Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan fuel surcharge hingga maksimal 50% dari TBA.

4 hari yang lalu

update-konflik-iran-as-israel-iran-ancam-negara-pendukung-sanksi-as-di-selat-hormuz
Internasional

Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

11 Mei 2026

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

bill-clinton-bersuara-gaya-kepemimpinan-trump-dikritisi
Internasional

Bill Clinton Bersuara, Gaya Kepemimpinan Trump Dikritisi

Serangan AS-Israel ke Iran memicu krisis energi global. Bill Clinton mengkritik diplomasi Trump yang ceroboh dan membandingkannya dengan Perjanjian Dayton.

10 Apr 2026

iran-ajukan-10-syarat-perdamaian-ke-as-apa-saja-isinya
Internasional

Iran Ajukan 10 Syarat Perdamaian ke AS, Apa Saja Isinya?

Secara keseluruhan, terdapat 10 poin utama yang menjadi dasar posisi tawar Teheran, mulai dari tuntutan komitmen AS untuk tidak melakukan agresi militer hingga penegasan kendali Iran atas Selat Hormuz.

9 Apr 2026

gencatan-senjata-dilanggar-tiga-insiden-terbaru-kembali-picu-ketegangan-iranisraelas
Internasional

Gencatan Senjata Dilanggar? Tiga Insiden Terbaru Kembali Picu Ketegangan Iran–Israel–AS

Sejumlah insiden menunjukkan gencatan senjata Iran–Israel–AS belum stabil, termasuk serangan udara Israel di Dahiyeh, Beirut, pada 8 April 2026.

9 Apr 2026