Krisis Energi Membayangi, Ini Penghasil Minyak Terbesar di Asia

Selasa, 10 Maret 2026 | 14:00 WIB

M
Penulis: Melati Kristina | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.

Produksi Minyak Negara Asia Pasifik, Januari 2026 (Juta barel per hari)

Krisis energi yang semakin memburuk di kawasan Asia mulai memengaruhi berbagai segmen pasar energi. Sejumlah pemasok produk energi, mulai dari bahan bakar kapal hingga gas LPG, mulai mengurangi volume penjualan untuk mengelola persediaan yang semakin menipis di tengah ketidakpastian pasokan global.

Situasi ini dipicu oleh konflik yang meluas di kawasan Teluk Persia setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ketegangan tersebut mengganggu perdagangan energi global dan hampir menghentikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan produsen energi utama dunia dengan pasar konsumen internasional.

Di sisi produksi, Arab Saudi tercatat sebagai produsen minyak terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan produksi sekitar 10,1 juta barel per hari hingga Januari 2026. Posisi tersebut diikuti China dengan produksi sekitar 4,24 juta barel per hari dan Irak sebesar 4,1 juta barel per hari. Uni Emirat Arab dan Iran juga masuk dalam lima besar produsen minyak kawasan. Dominasi negara-negara Timur Tengah dalam produksi minyak membuat konflik Iran-Israel berpotensi memberi dampak besar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Data Terkait

update-konflik-iran-as-israel-iran-ancam-negara-pendukung-sanksi-as-di-selat-hormuz
Internasional

Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

11 Mei 2026

update-situasi-selat-hormuz-as-lumpuhkan-kapal-tanker-iran
Internasional

Update Situasi Selat Hormuz: AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kembali meningkat. Pada 6 Mei 2026, militer AS menembaki dan melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang diduga mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz.

7 Mei 2026

harga-minyak-kian-melambung-negara-asean-hadapi-kerentanan-fiskal
Ekonomi

Harga Minyak Kian Melambung, Negara ASEAN Hadapi Kerentanan Fiskal

Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan tekanan inflasi dan fiskal di ASEAN. Thailand, Laos, dan Kamboja menjadi negara paling rentan.

5 Mei 2026

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

kenaikan-harga-bahan-baku-bayangi-pemulihan-industri-petrokimia
Ekonomi

Kenaikan Harga Bahan Baku Bayangi Pemulihan Industri Petrokimia

Krisis Timur Tengah mendorong kenaikan harga petrokimia yang berpotensi menekan industri, padahal kinerja sektor ini mulai menunjukkan pemulihan.

20 Apr 2026

kondisi-terbaru-selat-hormuz-iran-kembali-tutup-akses
Internasional

Kondisi Terbaru Selat Hormuz, Iran Kembali Tutup Akses

Situasi keamanan di jalur perdagangan maritim penting di dunia memasuki fase kritis. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada tanggal 18 April 2026.

20 Apr 2026