Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz

Senin, 11 Mei 2026 | 13:55 WIB

Y
Penulis: Yelinka Maresa Sianturi | Editor: YS
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Update Konflik Iran-AS-Israel: Iran Ancam Negara Pendukung Sanksi AS di Selat Hormuz
Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz.

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026) waktu setempat. Iran dilaporkan telah mengirimkan respons terhadap proposal terbaru Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di kawasan melalui mediator Pakistan. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa respons resmi Republik Islam Iran telah diserahkan kepada pihak Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut.

Namun, beberapa jam setelah respons Iran dirilis, Presiden AS Donald Trump menolaknya melalui unggahan di media sosial Truth Social. Trump menyatakan tidak menyukai jawaban Iran dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima”.

Di tengah meningkatnya ketegangan, situasi keamanan di kawasan Teluk juga semakin memburuk. Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan telah mendeteksi “sejumlah drone bermusuhan” di wilayah udaranya pada Minggu, 10 Mei 2026. Otoritas setempat menyatakan bahwa drone-drone tak dikenal tersebut telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang melawan Iran belum berakhir. Dalam wawancara dengan program 60 Minutes milik CBS News yang tayang pada Minggu (10/5/2026), Netanyahu mengatakan stok uranium Iran harus “dikeluarkan” sebelum perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran dapat dianggap selesai.

Iran juga memperingatkan negara-negara yang mendukung penerapan sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan saat melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara militer Iran, Akrami Nia, sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim.

Dilansir dari BeritaSatu, Nia menyatakan bahwa negara mana pun yang memberlakukan atau mendukung sanksi AS terhadap Iran akan menghadapi risiko dalam aktivitas pelayaran di jalur strategis Selat Hormuz. Ia juga menilai pihak lawan pada akhirnya menyadari tidak mampu mematahkan perlawanan Iran sehingga bersedia menerima gencatan senjata.

Lebih lanjut, Nia mengatakan Iran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan militer dan memperbarui sistem pertahanannya. Menurutnya, Iran telah memperkuat pasukan, memperbarui target strategis, serta meningkatkan posisi pertahanan dan serangan selama periode gencatan senjata berlangsung.

Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)
Konflik Iran-AS-Israel kembali memanas pada Minggu (10/5/2026). Iran meningkatkan tekanan kepada negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Teheran akan menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz. - (Media Monitoring DATASATU/DATASATU)

Data Terkait

update-situasi-selat-hormuz-as-lumpuhkan-kapal-tanker-iran
Internasional

Update Situasi Selat Hormuz: AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kembali meningkat. Pada 6 Mei 2026, militer AS menembaki dan melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang diduga mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz.

5 hari yang lalu

impor-migas-tinggi-asean-hadapi-kerentanan-energi-global
Ekonomi

Impor Migas Tinggi, ASEAN Hadapi Kerentanan Energi Global

Gejolak Timur Tengah meningkatkan risiko krisis energi di ASEAN. Laos, Thailand, dan Kamboja paling rentan akibat tingginya impor migas.

5 Mei 2026

kondisi-terbaru-selat-hormuz-iran-kembali-tutup-akses
Internasional

Kondisi Terbaru Selat Hormuz, Iran Kembali Tutup Akses

Situasi keamanan di jalur perdagangan maritim penting di dunia memasuki fase kritis. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada tanggal 18 April 2026.

20 Apr 2026

negosiasi-iranas-buntu-pakistan-dorong-kembali-jalur-diplomasi
Internasional

Negosiasi Iran–AS Buntu, Pakistan Dorong Kembali Jalur Diplomasi

Pakistan kembali mengambil peran sebagai mediator setelah perundingan yang berlangsung di Islamabad pada Selasa (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan dan memicu ketegangan kembali di Selat Hormuz.

16 Apr 2026

diplomasi-buntu-as-ancam-blokade-selat-hormuz
Internasional

Diplomasi Buntu: AS Ancam Blokade Selat Hormuz

Perundingan di Islamabad selama 21 jam berakhir tanpa kesepakatan. Ketegangan meningkat saat Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz usai negosiasi gagal.

13 Apr 2026

bill-clinton-bersuara-gaya-kepemimpinan-trump-dikritisi
Internasional

Bill Clinton Bersuara, Gaya Kepemimpinan Trump Dikritisi

Serangan AS-Israel ke Iran memicu krisis energi global. Bill Clinton mengkritik diplomasi Trump yang ceroboh dan membandingkannya dengan Perjanjian Dayton.

10 Apr 2026