Perjanjian Perdagangan Resiprokal RI-AS Disorot, Ada Potensi Risiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:20 WIB

M
Penulis: Melati K Andriarsi | Editor: MA
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Perjanjian Perdagangan Resiprokal RI-AS Disorot, Ada Potensi Risiko
Perjanjian dagang resiprokal RI-AS dinilai berisiko bagi kedaulatan ekonomi, SDA, dan digital. Pemerintah menegaskan perlindungan industri dan data tetap dijaga.

Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat menuai sorotan dari kalangan ekonom. Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai perjanjian tersebut berpotensi membawa konsekuensi luas terhadap kedaulatan ekonomi, independensi kebijakan, serta perlindungan kepentingan publik. Ia menilai proses persetujuan belum menunjukkan partisipasi publik dan pembahasan parlemen yang memadai, padahal substansinya menyentuh aspek strategis.

Perjanjian dagang resiprokal RI-AS dinilai berisiko bagi kedaulatan ekonomi, SDA, dan digital. Pemerintah menegaskan perlindungan industri dan data tetap dijaga. - (CELIOS/Karen Agatha)
Perjanjian dagang resiprokal RI-AS dinilai berisiko bagi kedaulatan ekonomi, SDA, dan digital. Pemerintah menegaskan perlindungan industri dan data tetap dijaga. - (CELIOS/Karen Agatha)

ART memuat kewajiban impor migas dari AS senilai US$15 miliar yang dikhawatirkan memperlebar defisit neraca energi dan meningkatkan ketergantungan pasokan. Selain itu, pelonggaran hambatan non-tarif dinilai berpotensi memicu lonjakan impor pangan seperti daging sapi dan produk susu. Pemerintah membantah kekhawatiran tersebut dengan menegaskan perlindungan terhadap peternak domestik tetap menjadi prioritas. Impor ayam dari AS disebut hanya dalam bentuk grand parent stock (GPS) sebanyak 580 ribu ekor guna mendukung pembibitan, sementara impor daging olahan seperti mechanically deboned meat (MDM) ditujukan untuk kebutuhan industri makanan.

Dalam sektor sumber daya alam, CELIOS menyoroti klausul yang membuka peluang kepemilikan absolut asing di pertambangan serta ketidakjelasan pembelian bijih mentah yang dinilai dapat mengganggu agenda hilirisasi. Isu lain mencakup potensi Indonesia menjadi lokasi pengolahan limbah mineral kritis hingga perpanjangan izin tambang Freeport-McMoRan di Papua tanpa pembahasan DPR. Pemerintah belum memberikan rincian tambahan terkait isu ini.

Adapun dalam aspek digital, kekhawatiran muncul terkait pengakuan standar perlindungan data AS yang dinilai berpotensi bertentangan dengan UU Perlindungan Data Pribadi. Pemerintah menegaskan transfer data lintas batas tetap tunduk pada regulasi domestik dan dilakukan dalam kerangka tata kelola yang aman. 

Di sisi lain, CELIOS mengkritik potensi pembatasan pajak digital dan kewajiban konsultasi dengan AS dalam pembangunan infrastruktur strategis seperti 5G serta pembatasan kerja sama RI dengan negara lain yang dinilai dapat mempersempit ruang kebijakan nasional serta memengaruhi prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Data Terkait

deretan-kesepakatan-dagang-indonesia-as-di-sektor-energi
Ekonomi

Deretan Kesepakatan Dagang Indonesia-AS di Sektor Energi

Perjanjian dagang RI-AS tetap berjalan dan memuat komitmen impor energi, bioetanol E5–E20, rare earth, hingga PLTN mini meski tarif global AS dibatalkan.

3 hari yang lalu

resmi-diteken-ini-rincian-perjanjian-dagang-ri-as-menurut-sektor
Ekonomi

Resmi Diteken, Ini Rincian Perjanjian Dagang RI-AS Menurut Sektor

RI-AS teken ART pada 19 Februari 2026. Meski tarif global dibatalkan MA AS, kesepakatan dagang tetap jalan dan mencakup sektor industri, pangan, hingga digital.

3 hari yang lalu

ramai-dikritik-pemerintah-luruskan-isu-krusial-di-perjanjian-dagang-ri-as
Ekonomi

Ramai Dikritik, Pemerintah Luruskan Isu Krusial di Perjanjian Dagang RI-AS

Kesepakatan dagang RI-AS picu kritik soal akses data hingga pengelolaan rare earth. Pemerintah menegaskan tak ada ancaman bagi kedaulatan dan industri nasional.

3 hari yang lalu

tetap-berlanjut-perjanjian-ri-as-bawa-manfaat-selain-tarif-resiprokal
Ekonomi

Tetap Berlanjut, Perjanjian RI-AS Bawa Manfaat Selain Tarif Resiprokal

Kerja sama dagang RI-AS berlanjut walau MA AS membatalkan tarif global, karena perjanjian mencakup manfaat lain di luar skema tarif resiprokal.

5 hari yang lalu

tarif-resiprokal-dibatalkan-simak-poin-putusan-ma-as
Internasional

Tarif Resiprokal Dibatalkan, Simak Poin Putusan MA AS

Mahkamah Agung AS menyatakan Trump melampaui kewenangan saat tetapkan tarif berbasis IEEPA. Sejumlah tarif dibatalkan, sebagian tetap berlaku.

6 hari yang lalu

as-pasar-kedua-ekspor-terbesar-ri-pembatalan-tarif-untungkan-eksportir
Internasional

AS Pasar Kedua Ekspor Terbesar RI, Pembatalan Tarif Untungkan Eksportir

Ekspor Indonesia ke AS capai US$ 30,96 miliar pada 2025 dan menjadikannya pasar terbesar kedua. Putusan MA AS soal tarif resiprokal bisa untungkan eksportir RI.

6 hari yang lalu