Ambisi AS Amankan Greenland

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:39 WIB

A
Penulis: Ajeng Wircahmi | Editor: AW
Facebook X Whatsapp Telegram
URL berhasil di salin.
Ambisi AS Amankan Greenland
Ambisi AS Amankan Greenland

Greenland merupakan episentrum persaingan geopolitik dan ekonomi baru bagi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan laporan CSIS (2026), pulau ini menyimpan cadangan elemen tanah jarang (REE) terbesar ke-8 di dunia sebanyak 1,5 juta ton, dengan deposit utama di Kvanefjeld dan Tanbreez yang mampu memenuhi lebih dari 25% permintaan global masa depan. Selain itu, data geologi yang diterbitkan Jonathan Paul dalam The Conversation (2026) menunjukkan potensi energi yang luar biasa, yakni sekitar 31 miliar barel setara minyak di daratan timur laut, jumlah yang setara dengan seluruh cadangan minyak mentah Amerika Serikat. Posisinya yang strategis di antara Amerika Utara dan Arktik menjadikannya aset keamanan vital bagi AS, terutama melalui operasional Pangkalan Luar Angkasa Pituffik sebagai sistem peringatan dini serangan rudal di tengah kekhawatiran ekspansi pengaruh Rusia dan China di kawasan tersebut.

Namun, eksploitasi kekayaan alam ini menghadapi dilema lingkungan yang signifikan di tengah krisis iklim. Anne Merrild, Kepala Keberlanjutan dan Perencanaan Universitas Aalborg, mencatat bahwa lapisan es Greenland mencair dengan kecepatan drastis hingga 30 juta ton per jam. Fenomena ini secara paradoks memudahkan akses transportasi dan logistik ke sumber daya mineral yang sebelumnya terisolasi, termasuk 24 jenis bahan baku kritis dari daftar Uni Eropa yang ditemukan di sana. Meskipun hingga Januari 2026 aktivitas pertambangan baru terbatas pada operasional tambang emas di selatan dan anorthosite di Kangerlussuaq, Survei Geologi Denmark dan Greenland (GEUS) terus melakukan pemetaan intensif untuk mengonfirmasi kekayaan bawah tanah ini. Dengan permintaan energi bersih yang diprediksi melonjak empat kali lipat pada 2040, penguasaan atas sumber daya Greenland menjadi pilar strategis dalam kebijakan luar negeri AS untuk mengamankan rantai pasok global.

Ambisi AS Amankan Greenland - (Berbagai sumber/Ajeng Wircahmi)
Ambisi AS Amankan Greenland - (Berbagai sumber/Ajeng Wirachmi)

Data Terkait

gelombang-protes-no-kings-menentang-otoritarianisme-di-amerika-serikat
Internasional

Gelombang Protes No Kings Menentang Otoritarianisme di Amerika Serikat

Gerakan "No Kings" muncul sebagai respons masif terhadap periode kedua pemerintahan Donald Trump yang dinilai mengabaikan prinsip akuntabilitas demokrasi

31 Mar 2026

konflik-timur-tengah-tekan-sektor-ekonomi-transportasi-paling-terdampak
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Tekan Sektor Ekonomi, Transportasi Paling Terdampak

Eskalasi AS-Israel-Iran ganggu jalur pupuk dunia dan logistik. Harga minyak sentuh US$ 100/barel, biaya produksi dan pangan global ikut terdampak.

30 Mar 2026

dinamika-negosiasi-nuklir-dan-eskalasi-krisis-energi-iran-amerika-serikat
Internasional

Dinamika Negosiasi Nuklir dan Eskalasi Krisis Energi Iran-Amerika Serikat

Rangkaian negosiasi antara Iran dan AS sejak April 2025-Maret 2026 menunjukkan fluktuasi ketegangan yang signifikan.

26 Mar 2026

as-tawarkan-proposal-15-poin-untuk-akhiri-konflik-dengan-iran
Internasional

AS Tawarkan Proposal 15 Poin untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Donald Trump mengonfirmasi adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi dengan Iran guna mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

25 Mar 2026

konflik-timur-tengah-ratusan-korban-jiwa-dan-kerusakan-bangunan
Internasional

Konflik Timur Tengah Ratusan Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan

Konflik bersenjata di Timur Tengah hingga 4 Maret 2026 telah menelan sedikitnya ratusan korban jiwa dan kerusakan bangunan hingga senjata militer.

10 Mar 2026

pro-dan-kontra-keanggotaan-indonesia-dalam-board-of-peace
Hukum & Keamanan

Pro dan Kontra Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace

Keikutsertaan Indonesia dalamBoard of Peace (BoP) di Gaza pada awal Januari 2026 memicu respons beragam dari berbagai pihak diplomatik dan politik.

9 Mar 2026