Pemerintah menargetkan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.074 entitas menjadi 300 perusahaan yang produktif hingga akhir 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).
Menurut Presiden Prabowo, penataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas BUMN. Di tengah restrukturisasi, sebanyak 11 BUMN justru mencatat lonjakan laba bersih pada semester I-2026.
Berdasarkan data Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), PT Timah (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan laba tertinggi sebesar 804,70% year on year (yoy), dari Rp 300 miliar menjadi Rp 2,71 triliun di semester I-2026. Kemudian, PT Pupuk Indonesia mencatat laba Rp 2,41 triliun dengan pertumbuhan 253% yoy.
Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk membukukan kenaikan laba 196,5% yoy, dari Rp 65,24 miliar menjadi Rp 193,46 miliar di semester I-2026. Lebih lanjut, PT Agrinas Palma Nusantara tumbuh 150% yoy dengan laba mencapai Rp 890 miliar, sedangkan PT Pegadaian (Persero) mencatat laba Rp 6,59 triliun dengan pertumbuhan 84,60% yoy.
Selanjutnya, PT Pelindo (Persero) membukukan laba sebesar Rp 2,57 triliun (tumbuh 60,40% yoy), serta PTPN IV PalmCo sebesar Rp 3,23 triliun (tumbuh 54% yoy).
Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat laba Rp 2,40 triliun dengan pertumbuhan 40,80% yoy. Sedangkan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba dengan jumlah jumbo yang mencapai Rp 30,41triliun atau 24,30% yoy.
Di sisi lain, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil membalik rugi bersih dari Rp 1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 185 miliar di periode ini. Menyusul Krakatau Steel, PT Kimia Farma (Persero) Tbk turut membalik rugi bersih menjadi laba bersih atau turnaround sebesar Rp 54,07 miliar pada semester I-2026.