Kebijakan Work From Home (WFH) yang resmi diberlakukan pada Jumat, 10 April 2026 membawa dampak signifikan terhadap pola mobilitas masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia. Berdasarkan data hasil media monitoring Tim Riset DATASATU, terjadi penurunan volume penumpang transportasi publik secara drastis pada 10 April 2026, terutama di wilayah Jabodetabek. Jumlah pengguna KRL tercatat merosot tajam hingga 27% dari hari sebelumnya, dengan total hanya 335.268 orang. Penurunan ini paling terasa di sejumlah titik strategis seperti Stasiun Sudimara yang mencapai 35%, disusul Stasiun Gondangdia sebesar 29%, serta Stasiun Bekasi dan Stasiun Juanda yang masing-masing mengalami penyusutan sebesar 24%. Meskipun terjadi penurunan volume penumpang yang masif, KAI Commuter dilaporkan tetap menjaga operasional secara normal dengan menyiagakan 1.065 perjalanan per hari demi menjamin pelayanan bagi masyarakat.
Kondisi serupa juga terlihat pada layanan LRT Jabodebek yang mencatat penurunan jumlah penumpang sebesar 10% pada hari pertama pemberlakuan kebijakan tersebut. Data menunjukkan jumlah pengguna berada di angka 106.301 orang, menyusut dibandingkan hari Kamis sebelumnya yang mencapai 118.505 orang. Dua stasiun sentral, yakni Dukuh Atas dan Rasuna Said, menjadi titik yang paling terdampak. Stasiun Dukuh Atas mencatat penurunan sebanyak 1.095 pengguna, sementara Stasiun Rasuna Said juga mengalami pengurangan beban sebesar 1.052 penumpang. Di sisi lain, kelancaran arus lalu lintas jalan raya juga mengalami peningkatan kualitas yang cukup drastis. Di DKI Jakarta, volume kendaraan di jalur protokol seperti Jalan Sudirman dan Asia Afrika berkurang signifikan, sementara di Kota Medan, arus kendaraan tercatat menurun sekitar 20% di kawasan strategis seperti Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Raden Saleh.