Laporan terbaru 2026 dari JP Morgan merilis daftar negara dengan tingkat efisiensi ekonomi tertinggi berdasarkan konsumsi energi. Metrik ini mengukur volume minyak dan gas dalam satuan Terajoule yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap satu miliar Dolar AS Produk Domestik Bruto (PDB). Bangladesh memimpin di posisi pertama sebagai negara paling efisien dengan angka 0,5 TJ per miliar USD, disusul ketat oleh Swiss dengan rasio 0,6 TJ per miliar USD.
Posisi selanjutnya ditempati oleh kelompok negara yang memiliki tingkat efisiensi setara, yakni Indonesia, Pakistan, Rumania, dan Denmark yang seluruhnya mencatatkan angka 0,7 TJ per miliar USD. Sementara itu, Israel berada di peringkat keempat dengan konsumsi 0,8 TJ per miliar USD, dan Vietnam menutup daftar 5 besar dengan rasio 0,9 TJ per miliar USD. Keberadaan negara-negara ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengoptimalkan sumber daya energi untuk menggerakkan roda ekonomi nasional.
Data ini menjadi indikator krusial mengenai ketahanan sebuah negara terhadap fluktuasi pasar energi dunia. Semakin rendah angka rasio yang dihasilkan, semakin efisien penggunaan energinya dan semakin kebal negara tersebut terhadap guncangan harga komoditas global. Efisiensi ini tidak hanya mencerminkan kecanggihan teknologi industri, tetapi juga strategi ekonomi yang lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi di masa depan.