Pemerintah tengah menggodok rencana pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan guna menekan konsumsi bahan bakar minyak di tengah gejolak harga energi global. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa jajaran menteri koordinator dan menteri teknis telah mencapai kesepakatan awal terkait strategi ini setelah melalui pembahasan panjang mengenai dampak konflik di Timur Tengah. Meski skema tersebut dinilai siap diterapkan berkaca pada keberhasilan saat pandemi COVID-19, keputusan final terkait hari pelaksanaan masih menunggu laporan dan persetujuan resmi dari Presiden di Istana Kepresidenan.
Rencana ini memicu berbagai reaksi dari berbagai lembaga yang menyoroti efektivitas serta dampak ekonominya. Kelompok pendukung seperti IESR dan Komisi XII DPR RI menilai langkah ini strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional saat harga minyak dunia melambung tinggi. Sebaliknya, penolakan datang dari Kadin Indonesia dan KSPN yang mengkhawatirkan efek domino terhadap penurunan daya beli masyarakat serta sektor UMKM di area perkantoran. Sementara itu, INDEF bersikap skeptis dengan mengingatkan bahwa dampak penghematan BBM tidak akan signifikan jika kebijakan ini hanya dilakukan satu hari dalam seminggu tanpa skala efektivitas yang lebih luas.